Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beberapa Langkah Lagi, Bank Harda (BBHI) Jadi Milik Chairul Tanjung

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan perseroan, Jumat (4/12/2020), manajemen Bank Harda menyampaikan saham yang diambil tersebut adalah milik PT Hakim Putra Perkasa.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  11:55 WIB
Kantor Bank Harda Internasional - bankbhi.co.id
Kantor Bank Harda Internasional - bankbhi.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Harda Internasional Tbk. mengumumkan PT Mega Corpora yang dimiliki pengusaha Chairul Tanjung telah serius dalam pengambilan saham sebanyak 3,08 miliar lembar atau sebesar 73,71% dari modal ditempatkan dan disetor.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan perseroan, Jumat (4/12/2020), manajemen Bank Harda menyampaikan saham yang diambil tersebut adalah milik PT Hakim Putra Perkasa.

"Dengan pengambilalihan ini, maka status pengedalian pun berpindah kepada Mega Corpora," demikian disampaikan manajemen Bank Harda.  

Adapun, untuk persetujuannya, emiten berkode saham BBHI itu akan mengadakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 29 Januari 2021 untuk meminta restu dari para pemegang saham.

Sebelum RUPSLB tersebut, BBHI memberikan kesempatan bagi para kreditur untuk menyampaikan keberatan terhadap rencana akuisisi hingga 18 Desember 2020. 

Kemudian, jika RUPSLB menyetujui rencana akuisisi, pihak yang terlibat pengambilalihan saham akan menyampaikan kelengkapan dokumen permohonan izin pengambilalihan Bank Harda dan dokumen fit and proper test kepada OJK. Bank Harda memperkirakan bisa mendapat persetujuan pengambilalihan saham dari OJK pada 24 Februari 2021.

Sebelumnya pada 16 Oktober 2020, pemegang saham mayoritas Bank Harda, PT Hakimputra Perkasa telah meneken pengikatan jual beli saham sebanyak 3,08 miliar lembar atau 73,71 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Dengan akuisisi tersebut, Mega Corpora akan menjadi pemegang saham pengendali baru di BBHI.

Sejalan dengan perubahan pengendali perusahaan, Mega Corpora perlu melakukan penawaran tender wajib untuk membeli sisa saham Bank Harda setelah penyelesaian akuisisi. Hal ini diatur dalam POJK No.9 Tahun 2019. 

Harga penawaran tender wajib sudah diumumkan kepada publik sejak awal November 2020, yaitu Rp160,26 per saham. harga tersebut merupakan rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek indonesia selama 90 hari kalender sebelum tanggal pengumuman rencana pengambilalihan.

Pada penutupan perdagangan kemarin, saham Bank Harda ditutup stagnan di level 242. Dalam tiga bulan terakhir, saham BBHI sudah naik 58,17 persen.

Perseroan memastikan aksi korporasi ini tetap memperhatikan hak kepentingan bank, masyarakat, persaiangan sehat dalam berusaha, dan hak pemegang saham.

Sebagai informasi, Mega Corpora merupakan pengendali PT Bank Mega Tbk dan PT Bank Mega Syariah. Perusahaan ini juga menjadi pemegang saham signifikan di dua bank daerah, yaitu Bank Sulutgo dan Bank Sulteng. Mega Corpora juga berniat menyetor modal di Bank Bengkulu. 

Hingga 2019, Mega Corpora memiliki aset Rp118,35 triliun dengan ekuitas Rp19 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan chairul tanjung akuisisi Bank Harda
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top