Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Mandiri Sebut Kredit Sindikasi Mulai Menggeliat, Ini Faktornya

Pada paruh kedua 2020 beberapa proyek sindikasi, yang sebelumnya tertunda karena pandemi dan split operasional, sudah mulai menggeliat.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 09 Desember 2020  |  11:21 WIB
Nasabah melakukan transaksi elektronik lewat ATM Bank Mandiri di Jakarta, Senin (1/10/2019). Bisnis - Nurul Hidayat
Nasabah melakukan transaksi elektronik lewat ATM Bank Mandiri di Jakarta, Senin (1/10/2019). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. optimistis mengenai permintaan kredit sindikasi dalam negeri pada tahun depan.

Wakil Direktur Bank Mandiri Alexandra Askandar menuturkan pada paruh kedua 2020 beberapa proyek sindikasi, yang sebelumnya tertunda karena pandemi dan split operasional, sudah mulai menggeliat. Proyek yang sebelumnya telah di proses dan sempat tertunda karena kondisi pandemi mulai berlanjut.

Tak hanya itu, faktor pendorong mulai ramainya sindikasi ini adalah kebutuhan financing debitur yang mulai meningkat dikarenakan kebutuhan operasionalnya yang sudah mulai berjalan meskipun belum kembali pada kondisi normal.

Para calon debitur dan investor yang sebelumnya masih put on hold untuk melihat dampak dari Covid-19 mulai menunjukkan peningkatan kepercayaan dengan keterlibatan banyaknya proyek-proyek sindikasi yang dirilis ke market sindikasi Indonesia.

"Kami optimis bahwa dengan dukungan banyak bank dan investor serta korporasi, maka pasar sindikasi Indonesia mulai ramai dan menggeliat kembali sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya, Selasa (8/12/2020).

Alexandra memastikan prospek sindikasi Indonesian borrower masih sangat besar dan terbuka lebar. Dia menyebutkan beberapa proyek yang saat ini digarap perseroan dan siap diluncurkan di market sindikasi antara lain pada sektor mining, multifinance, telekomunikasi, infrastruktur, properti, FMCG, perkebunan, dan sektor-sektor lainnya.

Dia menegaskan Bank Mandiri memiliki kepercayaan yang sangat besar akan ramainya pasar sindikasi Indonesia pada akhir tahun ini baik dari pemain-pemain lama maupun pemain baru yang belum pernah melakukan sindikasi sebelumnya.

"Kami optimis bahwa dengan dukungan banyak bank dan investor serta korporasi, maka pasar sindikasi Indonesia mulai ramai dan menggeliat kembali sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia," imbuhnya.

Adapun, berdasarkan data Bloomberg, perjanjian kerja sama kredit sindikasi perbankan sudah mulai melemah sejak tahun lalu. Perjanjian kredit sindikasi yang bertahan tiga tahun berturut-turut di kisaran US$32 miliar sejak 2016, sontak turun US$26,98 miliar pada 2019.

Pada masa pandemi tahun ini, perjanjian kredit sindikasi tercatat hanya US$20,98 miliar per Desember tahun ini. Sempat terjadi peningkatan perjanjian pada kuartal ketiga, tetapi tetap tidak membuat kredit bank umum tumbuh positif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit bank mandiri kredit korporasi kredit sindikasi
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top