Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Untungkan Pendiri dan Pekerja, Dana Pensiun PPMP Banyak Dipindah ke DPLK

Praktisi dan pengamat dana pensiun (dapen) Saut Pardede menjelaskan bahwa kewenangan pemindahan program pensiun ada pada pendiri, bukan pengelola dapen. Faktor profitabilitas pun menjadi salah satu dasar perubahan program di sebuah entitas dapen.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 15 Desember 2020  |  22:35 WIB
Dana pensiun - Istimewa
Dana pensiun - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Pendiri dana pensiun mulai memindahkan programnya ke dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) atau program pensiun manfaat pasti (PPMP). Faktor administratif dinilai membuat peralihan ke DPLK lebih menguntungkan.

Praktisi dan pengamat dana pensiun (dapen) Saut Pardede menjelaskan bahwa kewenangan pemindahan program pensiun ada pada pendiri, bukan pengelola dapen. Faktor profitabilitas pun menjadi salah satu dasar perubahan program di sebuah entitas dapen.

Menurut Saut, pemindahan itu terjadi utamanya karena adanya kewajiban pendiri untuk menambah iuran jika rasio kecukupan dana PPMP di bawah 100%. Sementara itu, kewajiban tersebut tidak ada di dapen PPIP atau DPLK, yang juga jenis programnya PPIP.

"Itulah alasan kenapa perusahaan besar yang tadinya memiliki dana pensiun PPMP mengubah ke PPIP khusus untuk karyawan-karyawan barunya. Hal ini juga terjadi pada BUMN-BUMN dan seluruh bank milik negara," ujar Saut kepada Bisnis, Selasa (15/12/2020).

Saut yang merupakan Mantan Direktur Utama Dapen BTN pun menilai bahwa kepraktisan menjadi salah satu alasan pendiri mengubah program dari PPMP. Menurutnya, pendiri cukup menunjuk lembaga keuangan yang menyelenggarakan PPIP, sehingga terbebas dari berbagai kendala administrasi dan pekerja tetap memperoleh haknya.

"Kalau pendiri memilih membentuk Dapen PPIP, berarti perusahaan masih akan terlibat secara administratif. Kadang, saat manfaat turun akibat hasil investasi rendah, seringkali pekerja masih akan meminta pertanggung jawaban pendiri, serta kadang menimbulkan isu governance dan profesionalitas, sehingga lebih cenderung ke DPLK," ujarnya.

Meskipun begitu, menurut Saut, program PPMP sebenarnya lebih menguntungkan bagi peserta atau pekerja karena adanya jaminan manfaat yang pasti. Sementara itu, manfaat program PPIP bergantung kepada kinerja investasi dengan besaran iuran yang dapat berubah sesuai kondisi penghasilan pekerja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pensiun dana pensiun dapen
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top