Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2020 Jadi Tahun Cuan Bagi Pelaku Fintech

Pencatatan kinerja positif fintech memang tak lepas dari beralihnya masyarakat yang selama ini melakukan transaksi secara tunai menjadi non tunai
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 31 Desember 2020  |  20:12 WIB
Financial Technology (Fintech) - channelasia
Financial Technology (Fintech) - channelasia

Bisnis.com, JAKARTA -- Tahun 2020 yang cenderung menorehkan kisah sendu akibat pandemi Covid-19 ternyata menorehkan cuan bagi para pebisnis sektor teknologi finansial alias fintech.

Pencatatan kinerja positif fintech memang tak lepas dari beralihnya masyarakat yang selama ini melakukan transaksi secara tunai menjadi non tunai.

Menurut Vice President of Communication DANA Indonesia Steve Saerang mengungkapkan, aplikasi sistem pembayaran berbasis digital DANA per awal 2020 sudah mencatatkan jumlah pengguna mencapai 35 juta.

Sampai dengan akhir Oktober 2020, terus meningkat mencapai 45 juta pengguna. Artinya, selama masa pandemi sekitar 10 bulan telah tumbuh 10 juta tambahan pengguna.

“Artinya, semakin banyak masyarakat yang beralih ke gaya hidup cashless. Keamanan dan kenyamanan yang dirasakan saat ini akan terus dibawa hingga 2021 nanti,” ujar Steve saat dihubungi Bisnis beberapa waktu yang lalu.

Fokus DANA menuju 2021 adalah pengembangan teknologi untuk mendorong masyarakat Indonesia menuju transformasi keuangan digital yang inklusif. Tahun depan, DANA juga masih fokus pada utamanya kerjasama B2B2C alias, business to business to consumer. Khususnya untuk pembayaran pulsa, tagihan, digital goods.

Steve menambahkan, setelah mengeluarkan fitur Face Login untuk pengguna tahun ini, tidak menutup kemungkinan jika DANA akan terus bereksplorasi dalam penggunaan teknologi serupa. Termasuk dengan metode scan keamanan transaksi dengan spesifik kepada deteksi dari mata.

Sementara itu, Budi Gandasoebrata Managing Director GoPay menambahkan mengacu dari hasil riset IPSOS yang diluncurkan pada awal tahun 2020 mengungkapkan GoPay memiliki pengguna organik tertinggi dibandingkan pemain lain, dengan 54 persen responden menyatakan tetap akan memakai meski tidak ada promosi.

Rencana bisnis ke depan katanya, perusahaan akan terus fokus memenuhi kebutuhan pengguna, terutama yang semakin getol bertransaksi tanpa kotak dan memiliki preferensi transaksi di ranah digital dan juga lebih sadar terhadap layanan jasa keuangan. Apalagi, selama pandemi yang mulai terjadi di awal tahun 2020, penggunaan non-tunai GoPay mengalami peningkatan dalam berbagai sektor digital. Transaksi GoPay di ranah online dan PayLater mengalami peningkatan sampai dengan 2,7 kali lipat.

“Kami melihat minat menabung dan berinvestasi yang semakin tinggi di masa pandemi, terlihat dari transaksi pembayaran produk investasi menggunakan GoPay meningkat sampai dengan 3 kali lipat dari bulan Januari sampai dengan Oktober 2020,” tutur Budi kepada Bisnis.

Dia menambahkan, GoPay akan terus memperluas fungsi dan penggunaan agar dapat semakin dimanfaatkan oleh masyarakat. Pasalnya, sampai tahun depan, selain membayar tagihan dan investasi juga dapat digunakan untuk transaksi harian seperti pembayaran aplikasi populer yang ada di Google Play, dan belanja offline maupun online di ratusan belanja-el dan marketplace.

Dari sisi teknologi, Gopay juga selalu mempertimbangkan segala opsi yang ada untuk menjaga keamanan ketika pengguna menggunakan GoPay untuk bertransaksi salah satunya terus mengingatkan pengguna untuk mengaktifkan fitur biometrik berupa sidik jari dan verifikasi wajah guna memverifikasi transaksi non-tunai GoPay di luar layanan Gojek.

“Fitur biometrik adalah bagian dari Gojek SHIELD, rangkaian teknologi keamanan pada aplikasi Gojek yang canggih dan komprehensif dengan kualitas terbaik di kelasnya,” tutur Budi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tren fintech
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top