Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Minta Bank BUMN Ekspansif Salurkan Kredit di Awal Tahun

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirtjoatmodjo mengatakan permintaan KUR dan pencairannya telah meningkat sejak Oktober, November, dan berlanjut Desember 2020.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 27 Januari 2021  |  18:20 WIB
Pekerja menjemur kerupuk mie kuning di rumah industri kerupuk Desa Harjosari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (16/12/2018). Pemerintah menargetkan subsidi kredit usaha rakyat (KUR) dalam RAPBN 2019 mencapai Rp 12,2 triliun. - ANTARA/Oky Lukmansyah
Pekerja menjemur kerupuk mie kuning di rumah industri kerupuk Desa Harjosari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (16/12/2018). Pemerintah menargetkan subsidi kredit usaha rakyat (KUR) dalam RAPBN 2019 mencapai Rp 12,2 triliun. - ANTARA/Oky Lukmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian BUMN meminta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada kuartal I/2021, untuk mendorong pencairan dan ekspansi kredit, khususnya kredit usaha rakyat (KUR) demi membantu pemulihan ekonomi. 

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirtjoatmodjo mengatakan permintaan KUR dan pencairannya telah meningkat sejak Oktober, November, dan berlanjut Desember 2020.

Dari situ, dia mencermati bahwa segmen UMKM yang paling bertahan dan paling cepat bangkit dari dampak pandemi Civod-19. Segmen tersebut diharapkan menjadi katalis pertumbuhan kredit pada 2021.

Tiko mengatakan Kementerian BUMN berperan aktif melakukan pengadaan untuk membeli vaksin di luar negeri. Sektor kesehatan menjadi fokus pemerintah saat ini dalam hal pengadaan vaksin. "Di sektor perbankan, kita dorong Himbara di kuartal I kita minta untuk mendorong pencairan dan ekspansi kredit, khususnya KUR," katanya, Rabu (27/1/2021).

Tiko menyebut alokasi KUR melalui Himbara mencapai Rp220 triliun. Kementerian BUMN berharap alokasi KUR tersebut mulai dicairkan pada kuartal I/2021.

Dia mengamati bahwa ekonomi di kawasan pedesaan khususnya yang didorong sektor agriukultur tidak terdampak signifikan akibat pandemi. Dengan begitu, dia meminta Himbara dapat lebih ekspansif mendorong pertumbuhan kredit di daerah rural dan sektor agrikultur yang diharapkan dapat menjadi katalis pemulihan ekonomi pada 2021.

Menurutnya, masuknya proses vaksinasi kepada masyarakat umum dalam waktu dekat ini menjadi fase penting. Sebab, fase ini diharapkan sebagai proses untuk memulai kembali aktivitas ekonomi. Secara segmentasi, UMKM menjadi yang bangkit lebih awal. Setelah UMKM menggeliat lebih kuat dan perkotaan mulai menata kembali, segmen konsumer baru akan meningkat.

Adapun, segmen korporasi diperkirakan yang paling akhir bangkit dari pandemi. Hal ini karena para pengusaha masih wait and see permintaan dari kelas menengah atas mulai bangkit. "Kita melihat baru di akhir 2021 mulai tumbuh permintaan kredit dari segmen korporasi untuk modal kerja ataupun investasi baru," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit kur
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top