Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akseleran Gandeng Bank Jago Jadi Super Lender Senilai Rp50 Miliar

Bank Jago berkomitmen untuk menyalurkan pembiayaan produktif kepada para pelaku UMKM selaku peminjam dana (borrower) melalui platform Akseleran sebesar Rp50 miliar yang dimulai pada Februari 2021.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 12 Februari 2021  |  05:47 WIB
Akseleran  -  Bisnis / Nindya Aldila
Akseleran - Bisnis / Nindya Aldila

Bisnis.com, JAKARTA - Akseleran, platform teknologi finansial peer-to-peer (P2P) lending besutan PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia menggandeng PT Bank Jago Tbk. sebagai pendana institusi besar atau super lender

Lewat kerja sama pembiayaan dengan skema channeling, Bank Jago berkomitmen untuk menyalurkan pembiayaan produktif kepada para pelaku UMKM selaku peminjam dana (borrower) melalui platform Akseleran sebesar Rp50 miliar yang dimulai pada Februari 2021.

Chief Financial Officer & Co-Founder Akseleran Mikhail Tambunan menyampaikan penandatanganan kerja sama dengan Bank Jago sudah berlangsung sejak 3 Februari 2021 dan diharapankan mampu menggenjot kinerja penyaluran bulanan Akseleran. 

"Kolaborasi dengan Bank Jago dari industri perbankan tentu akan semakin memperkuat visi kami untuk mempercepat pertumbuhan inklusi keuangan melalui kemajuan bisnis UMKM di seluruh Indonesia," ungkapnya, Kamis (11/2/2021). 

Mikhail mengungkap tren penyaluran pinjaman usaha Akseleran tiap bulannya terus mengalami peningkatan dari rata-rata mencapai sebesar Rp80-90 miliar per bulan, menjadi Rp105 miliar untuk periode Januari 2021 atau berada di atas rata-rata. 

"Produk pinjaman kami masih berfokus kepada invoice financing 60 persen, dan pra-invoice financing 40 persen, dengan menyasar semua sektor yang utamanya adalah konstruksi, infrastruktur, energi, kelistrikan, pertambangan, minyak dan gas serta ada banyak dari ritel maupun essential goods supply chain," tambahnya. 

Dia mengatakan Akseleran menerapkan penilaian kredit yang hati-hati dengan fokus kepada cashflow calon borrower sebagai bagian dari mitigasi risiko. Hal itu membuat Akseleran berhasil menjaga tingkat non-performing loan (NPL) atau wanprestasi pengembalian 90 hari (TWP90) secara kumulatif berada di angka 0,13 persen, atau salah satu yang terendah di industri P2P lending Indonesia. 

Lebih lanjut, Mikhail menyampaikan Akseleran juga akan terus meningkatkan kolaborasi dengan lembaga keuangan lainnya dan proses mitigasi risiko juga tetap berlaku terhadap mitra kerja sama loan channeling Akseleran.  "Apalagi di Akseleran, seluruh pinjaman sudah ada proteksi asuransi kredit yang melindungi 90 persen pokok pinjaman tertunggak sehingga risiko para mitra lembaga jasa keuangan Akseleran dapat termitigasi dengan baik," ujanya.

Adapun, komitmen bersama Bank Jago telah menambah jumlah institutional lender yang memberikan dukungan finansial kepada Akseleran.  

Sekadar informasi, Akseleran menutup periode 2020 dengan penyaluran pinjaman mencapai Rp960 miliar atau secara kumulatif menyalurkan total pinjaman usaha sebesar Rp1,9 trililun sejak berdiri. 

Untuk super lender, 10 institusi hasil kerja sama telah mampu berkontribusi 20 persen dari dana yang Akseleran salurkan, atau senilai Rp500 miliar hingga 31 Desember 2020.  Selama tiga tahun beroperasi sebagai perusahaan penyelenggara P2P lending sektor produktif, Akseleran telah mampu menggandeng lender retail mencapai 150.000 entitas, dan 2.500 borrower pelaku UMKM yang tersebar di 23 provinsi. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pinjaman fintech akseleran
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top