Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Banyak Multifinance Kolaps Setelah Pandemi? Ini Kata OJK

OJK sempat membuat riset internal yang mengungkap bahwa dari 180 perusahaan pembiayaan (multifinance), 25 persen atau 45 perusahaan berada dalam fase krisis.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 23 Februari 2021  |  15:15 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah pemain industri pembiayaan yang sehat tampak mulai berkurang pada awal periode 2021 akibat belum bisa lepas dari tekanan pandemi Covid-19.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) pun sempat membuat riset internal yang mengungkap bahwa dari 180 perusahaan pembiayaan (multifinance), 25 persen atau 45 perusahaan berada dalam fase krisis.

OJK menyatakan akan mengambil tindakan terhadap sekitar 45 perusahaan tersebut apabila masih belum bisa menemukan jalan keluar menyelamatkan bisnisnya hingga Maret 2021.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B OJK Bambang W Budiawan mengungkap bahwa setidaknya ada empat tipe multifinance tersebut yang hingga kini masih dalam pengawasan.

"Singkatnya, untuk yang berhenti, ada yang menyerah kemudian mengembalikan izin. Ada juga yang sulit memperbaiki kondisi bisnisnya sehingga harus kita cabut izin usaha," jelasnya ketika dikonfirmasi Bisnis, Selasa (23/2/2021).

Dua tipe lain, masih punya harapan untuk mempertahankan lisensinya sebagai perusahaan pembiayaan. Tapi memiliki pekerjaan rumah untuk mencari mitra strategis dalam pengembangan bisnis atau demi memudahkan sumber pendanaan.

"Jadi ada sebagian di antara mereka yang akan berpartner dengan grup keuangan yang kuat, untuk berkonsolidasi. Tapi tak jarang juga ada yang masih struggling mencari partner yang cocok dan berguna untuk masa depannya," tambahnya.

Berdasarkan laman resmi OJK sampai berita ini ditulis, setidaknya sudah ada dua multifinance yang berhenti akibat dicabut izinnya, yaitu PT Bringin Srikandi Finance dan PT Wannamas Multi Finance.

Satu perusahaan tercatat mengembalikan lisensi multifinance dan beralih ke bisnis lain, yaitu PT Mirasurya Multi Finance.

Adapun, perusahaan yang masih OJK bekukan karena tidak memenuhi standar ketentuan tertentu atau kesehatan usaha, di antaranya PT Panen Arta Indonesia Multifinance, PT Bhumindo Sentosa Abadi Finance, PT Daya Sembada Finance, dan PT Otomas Multifinance.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance pembiayaan kredit
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top