Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Moeldoko Minta Dirut Jiwasraya Temui Nasabah untuk Cari Solusi

Moeldoko meminta Direktur Utama Jiwasraya untuk kembali memenuhi pertemuan dengan FNKJ bersama KSP.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 10 Maret 2021  |  14:10 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Senin (29/6/2020). Moeldoko mengungkapkan Presiden menegur keras menteri-menterinya agar mereka dapat lebih lebih sigap, cepat dan tepat dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Senin (29/6/2020). Moeldoko mengungkapkan Presiden menegur keras menteri-menterinya agar mereka dapat lebih lebih sigap, cepat dan tepat dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO - Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko menyatakan siap menemui nasabah Jiwasraya yang tergabung dalam Forum Nasabah Korban Jiwasraya (FNKJ). Hal itu disampaikannya kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Jakarta, Selasa (9/3/2021).

Pada pertemuan tersebut, KSP meminta penjelasan Hexana terkait empat tuntuan FNKJ seperti penghentian sosialisasi restrukturisasi yang bernada intimidasi, keinginan pembayaran manfaat agar terus berjalan, penghentian propaganda atau pembohongan di ruang publik, dan pembatalan restrukturisasi dengan mengkaji opsi yang lebih solutif.

“Empat poin ini yang disampaikan FNKJ kepada KSP. Kami ingin tahu lebih jelas situasi apa yang dihadapi dan langkah yang akan dilakukan ke depan,” kata Moeldoko dalam keterangan resminya, Rabu (10/3/2021).

Lebih lanjut, Moeldoko juga meminta Direktur Utama Jiwasraya untuk kembali memenuhi pertemuan dengan FNKJ bersama KSP.

Dia berharap, FNKJ dan Jiwasraya bisa saling melengkapi penjelasan mengenai opsi-opsi penyelesaian masalah.

Dalam pertemuan dengan KSP, Hexana menjelaskan bahwa apa yang dilakukan Jiwasraya sudah melalui berbagai proses, baik itu melalui pertemuan dengan komisi VI DPR hingga komunikasi secara langsung dengan para nasabah termasuk di dalamnya korporasi, ritel, dan bancassurance.

“Bahkan, sudah 72 persen nasabah bancassurance, 61 persen nasabah korporasi dan 68 persen nasabah ritel sudah setuju restrukturisasi,” ungkap Hexana.

Setiap aksi, sambungnya, selalu ada legal opinion, tetapi belum banyak dipahami para nasabah, terutama nasabah bancassurance.

Hexana menilai, opsi yang ditawarkan memang tidak bisa memuaskan semua pihak, tapi menjadi yang paling baik jika dibandingkan bailout atau likuidasi.

Sementara itu, Direktur Utama IFG Robertus Bilitea yang juga hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa pihaknya masih terus memproses pemindahan polis Jiwasraya ke IFG Life yang saat ini masih menunggu izin operasional dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Melalui opsi ini, katanya, polis Jiwasraya akan dikelola oleh IFG Life yang akan mendapat suntikan modal Rp20 triliun dari Pemerintah ditambah dengan Rp4,7 triliun dari IFG sebagai holding.

“Opsi ini merupakan opsi terbaik dalam upaya penyehatan polis Jiwasraya. Dengan modal yang ada, kami harap bisa memastikan keberlangsungan pemindahan polis,” ujar Robertus.

Lebih lanjut, Direktur JKN Isa menambahkan bahwa apa yang disampaikan dua rekannya tersebut merupakan bukti bahwa negara tidak tinggal diam dalam menyelesaikan permasalahan Jiwasraya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jiwasraya moeldoko
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top