Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja 2020: Adira Insurance Catatkan Pertumbuhan Premi, Laba Terkoreksi

Adira Insurance mencatatkan premi Rp2,06 triliun atau naik 2,18 persen (year-on-year/yoy) dari sebelumnya Rp2,02 triliun. Klaim yang dibayarkan sepanjang 2020 tercatat sebesar Rp1,2 triliun atau turun 5,1 persen (yoy) dari sebelumnya Rp1,26 triliun.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 23 April 2021  |  15:35 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Insurance di Jakarta, Rabu (8/11). - JIBI/Abdullah Azzam
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Insurance di Jakarta, Rabu (8/11). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Adira Dinamika Tbk. atau Adira Insurance membukukan kenaikan premi atau top line sepanjang 2020, tetapi kinerja laba atau bottom line mengalami penurunan. Naiknya beban usaha menjadi salah satu faktor penekan laba.

Berdasarkan laporan keuangan 2020, Adira Insurance mencatatkan premi Rp2,06 triliun atau naik 2,18 persen (year-on-year/yoy) dari sebelumnya Rp2,02 triliun. Klaim yang dibayarkan sepanjang 2020 tercatat sebesar Rp1,2 triliun atau turun 5,1 persen (yoy) dari sebelumnya Rp1,26 triliun.

Meskipun premi bruto perseroan meningkat, terdapat kenaikan premi reasuransi yang membuat pendapatan underwriting berkurang. Pada 2020, pendapatan underwriting senilai Rp1,59 triliun turun 4,2 persen (yoy) dari sebelumnya Rp1,63 triliun.

Adapun, pada 2020, Adira Insurance membukukan beban underwriting Rp810,2 miliar atau turun hingga 11,69 persen (yoy) dibandingkan dengan sebelumnya Rp917,4 miliar. Kinerja itu membuat hasil underwriting 2020 tercatat senilai Rp768,05 miliar, tumbuh 6,18 persen (yoy) dari sebelumnya Rp723,3 miliar.

Adira Insurance mencatatkan hasil investasi pada 2020 senilai Rp263,4 miliar atau turun 5,7 persen (yoy) dari sebelumnya Rp279,4 miliar. Hal itu sejalan dengan catatan nilai investasi 2020 senilai Rp4,43 triliun yang juga turun 3,6 persen (yoy) dari sebelumnya Rp4,6 triliun.

Adapun, kenaikan terjadi pada beban pemasaran, beban pegawai dan pengurus, serta beban umum dan administrasi lainnya. Alhasil, pada 2020 beban usaha perseroan menjadi Rp718,3 miliar atau naik 62,3 persen (yoy) dari sebelumnya Rp442,5 miliar.

Adira Insurance pun pada 2020 membukukan laba Rp281,5 miliar, terkoreksi 38,02 persen (yoy) dari tahun sebelumnya Rp454,2 miliar. Meskipun labanya menurun, rasio pencapaian atau risk based capital (RBC) perseroan pada 2020 tercatat sebesar 363 persen, naik dari tahun sebelumnya sebesar 310 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi premi asuransi adira insurance
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top