Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menakar Prospek Kinerja Bank Mas Milik Wings Group yang Segera Go Public

Dalam aksi penawaran umum saham perdananya, Bank Mas menawarkan sebanyak-banyaknya 186,18 juta saham baru dengan nilai nominal Rp1.000 per saham.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 08 Juni 2021  |  16:34 WIB
Produk Simpanan Bank Multiarta Sentosa (Bank Mas) - bankmas.co.id
Produk Simpanan Bank Multiarta Sentosa (Bank Mas) - bankmas.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Multiarta Sentosa (Bank Mas) akan menjadi salah satu pelaku industri perbankan akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Meski potensi pengembangan kinerja riil cukup kuat mendongkrak sentimen, strategi penawaran umum saham perdana perlu tetap dikaji.

Adapun, Bank Multiarta Sentosa merupakan bagian dari Wings Group. Dalam aksi penawaran umum saham perdana ini, Bank Mas menawarkan sebanyak-banyaknya 186,18 juta saham baru dengan nilai nominal Rp1.000 per saham atau sebanyak 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum saham perdana.

Harga saham baru ditawarkan dengan kisaran harga Rp3.000-Rp4.000 per saham. Dari sini, nilai saham yang ditawarkan dalam penawaran umum saham perdana secara keseluruhan sebanyak Rp774,706 miliar.

Bank Mas akan menggunakan dana yang diperoleh dari penawaran umum saham perdana setelah dikurangi seluruh biaya emisi, untuk penguatan modal dan dialokasikan untuk 85 persen penyaluran kredit serta 15 persen pengembangan digital banking yang rencananya akan dilaksanakan pada 2021 dan 2022.

Pengembangan digital banking rencananya akan dilaksanakan pada 2021 dan 2022 antara lain pengembangan layanan self service pada kantor bank, customer on boarding (pengembangan layanan yang memudahkan staf bank untuk dapat langsung memproses pembukaan rekening di lokasi nasabah), serta pengembangan layanan virtual account, QR code debit, dan cardless cash withdrawal.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada berpendapat kinerja perseroan cukup menarik bagi investor emiten perbankan. Perseroan memiliki aset yang yang kuat dan tergolong berkualitas. Percetakan laba tahun lalu juga masih stabil di tengah tekanan pandemi.

Di samping itu, perseroan memiliki ekosistem yang cukup kuat di bawah Wings Group. Konglomerasi produk konsumer ini cukup terkenal di Tanah Air dan memiliki pangsa pasar yang kuat. Hal ini pun akan berdampak pada potensi pengembangan kinerja fungsi intermediasi perseroan ke depan.

Tabungan MAS Saving/bankmas.co.id

"Ini tentu sangat bagus untuk Bank Mas dan akan membuat banyak investor mempertimbangkan penawaran saham umum perdananya," katanya kepada Bisnis, Selasa (8/6/2021).

Kendati demikian, Reza menyampaikan penawaran harga di kisaran 3.000 hingga 4.000 per lembar saham tergolong mahal.

Investor belum banyak memiliki informasi terkait dengan Bank Mas. Lagi pula, pelepasan saham perdana bank-bank kecil biasanya di bawah level 500.

"Mungkin dengan embel-embel digital banking bisa memberi sedikit pemanis, tetapi harga 3.000 hingga 4.000 itu sangat mahal. Jangan sampai penawarannya tidak terserap, mungkin bisa mulai dengan harga murah dulu. Setelah itu biarkan harga naik secara organik," sebutnya.

Di lain pihak, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Moch. Amin Nurdin pun mengatakan indikator keuangan Bank Mas saat ini masih sangat baik.

Perseroan tampak dapat menjaga pertumbuhan kinerja fungsi intermediasi secara stabil dan berkualitas. Wings Group, menurutnya, mampu memberi kesempatan perseroan untuk melakukan pembiayaan dengan metode supply chain financing.

"Perseroan juga tampaknya tak memiliki historis kredit bermasalah yang parah, ini sangat bagus ya. Hanya, tetap saja ini kinerja yang memang biasa dilakukan bank-bank," imbuhnya.

Dia mengatakan sentimen digital banking yang dibawa oleh Bank Mas belum begitu kuat. Secara konglomerasi, group ini masih sangat kental dengan produksi fast moving goods.

Perseroan memerlukan komitmen pengembangan digital yang sangat kuat dari pemegang saham terlebih dahulu untuk dapat menjual sentimen bank digital.

"Kalau mau mulai dari awal, perombakan dan investasi yang dilakukan harus serius dan fundamental. Harganya juga tidak murah. Perlu dana besar," sebutnya.

Berdasarkan laporan kuartal pertama 2021, total aset tercatat Rp23,28 triliun dengan kredit Rp7,31 triliun dan dana pihak ketiga Rp21,17 triliun. Laba awal tahun ini tercatat Rp43,95 miliar, naik dari periode sama tahun lalu Rp27,88 miliar.

Modal inti tier 1 perseroan tercatat Rp1,82 triliun dengan rasio kecukupan modal 18,85 persen. Rasio kredit bermasalah tercatat 2,52 persen dengan total restrukturisasi Rp1,75 triliun.

Sebelumnya, manajemen Bank Mas menyampaikan di era yang bergejolak ini perseroan tetap teguh pada keyakinan untuk melakukan aksi korporasi agar dapat berkembang lebih besar lagi.

Sejalan dengan optimisme terhadap pemulihan ekonomi, perseroan telah memiliki beberapa rencana di antaranya pengembangan ekosistem dari nasabah dan grup Wings.

Dengan banyaknya perusahaan anak dan luasnya jaringan Wings grup, membuka peluang tinggi untuk mengkonsolidasikan nasabah-nasabah grup agar dapat membuat sebuah jaringan bank yang cukup besar di bawah naungan grup ini.

"Peluang transaksi dengan supllier, distributor, agen, dan toko kelontong hingga karyawan akan berada di bawah bendera grup. Hal ini akan menciptakan ekosistem baru menjadikan sebuah peluang untuk masa depan yang baru," tulis manajemen dalam prospektus.

Layanan Internet Banking Bank Mas/bankmas.co.id

Bank Mas juga melakukan pengembangan digital banking di antaranya terus melakukan penambahan fitur-fitur di mobile banking sehingga dapat memenuhi kebutuhan perbankan dan pembayaran kebutuhan sehari-hari nasabah tanpa perlu ke bank kecuali memang membutuhkan.

Penerapan laku pandai pada 2021 akan meningkatkan kapabilitas perseroan menggarap ekosistem group Wings dengan menggandeng toko-toko, warung pelanggan Wings menjadi agen perseroan untuk menjangkau masyarakat lebih luas lagi, khususnya usaha mikro untuk mulai berbank.

Pengembangan QRIS juga akan membantu toko-toko, warung dalam penerimaan pembayaran secara digital, sehingga membantu mereka mengurangi jumlah uang tunai dalam pengelolaan keuangan mereka.

Di cabang juga akan dilakukan peningkatan layanan dan layout dengan memanfaatkan teknologi digital untuk membantu nasabah lebih mudah melakukan kegiatan di cabang yang selama ini dilayani oleh customer service dan teller.

Perseroan juga sedang mempersiapkan diri untuk berkolaborasi dengan perusahaan fintek atau perusahaan lainnya secara digital melalui open banking API.

Layanan API ini memungkinkan bank dan perusahaan lainnya berkolaborasi untuk membuka data dan informasi keuangan yang terkait dengan transaksi pembayaran dari nasabahnya secara resiprokal (prinsip kesetaraan) dengan tetap menjaga kerahasiaan data masing-masing.

"Kolaborasi juga akan dilengkapi dengan Corporate Debit Card yang juga sedang dikembangkan yang memungkinkan perusahaan partner membagikan debitcard kepada karyawan dan pelanggannya melalui rekeningnya sebagai settlement account," demikian penjelasan manajemen Bank Mas.

Dalam hal pengembangan kredit, perseroan akan fokus pada pertumbuhan kredit di sektor komersial dan UKM serta penyelesaian restrukturisasi kredit yang diharapkan dapat segera rampung seiring dengan bergeraknya roda perekonomian.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo kinerja bank wings Group Digital Banking emiten bank bank multiarta sentosa
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top