Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wapres: Anak Muda Harus Berperan dalam Sosialisasi Ekonomi Syariah

Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI) tahun 2020, indeks literasi ekonomi dan keuangan syariah nasional masih sebesar 16,2 persen.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan pada acara Bedah Buku Darul Misaq: Indonesia Negara Kesepakatan, secara daring dari Jakarta, Senin (7/6/2021)./Antara/Asdep KIP Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memberikan sambutan pada acara Bedah Buku Darul Misaq: Indonesia Negara Kesepakatan, secara daring dari Jakarta, Senin (7/6/2021)./Antara/Asdep KIP Setwapres

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak generasi muda agar berperan dalam mensosialisasikan ekonomi syariah.

Wapres mengatakan kewajiban umat Islam untuk bermuamalah yang sesuai dengan pinsip syariah harus didukung oleh kalangan milenial. Dengan begitu, jelasnya, milenial turut serta mempelopori sosialisasi gerakan kesadaran bermuamalah sesuai tuntunan agama.

“Generasi muda harus mampu memasyarakatkan pemahaman bahwa ekonomi dan keuangan Syariah adalah pilihan yang tidak saja rasional, inklusif, dan berkeadilan tapi juga sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah,” kata Wapres saat membuka acara Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) ke-20 Tahun 2021 Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) melalui konferensi video dari kediaman resmi Wapres di Jl. Diponegoro, Jakarta, Senin (26/7/2021).

Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI) tahun 2020, indeks literasi ekonomi dan keuangan syariah nasional masih sebesar 16,2 persen. Untuk itu, diperlukan kerja keras dalam peningkatan literasi masyarakat baik melalui edukasi akademik maupun sosialisasi.

Wapres junga mengungkapkan optimismenya terhadap sektor ekonomi halal setelah Bank Indonesia menunjukkan bahwa kontraksi ekonomi syariah Indonesia pada 2020 mencapai -1,72 persen (year on year), tidak sedalam yang dialami ekonomi nasional yang mencapai -2,07 persen.

Sektor ini terdiri dari ekosistem halal value chain yakni pertanian, makanan halal, fesyen muslim dan pariwisata ramah muslim.

Selain itu, laporan Islamic Finance Country Index (IFCI) Tahun 2020 juga menyebutkan bahwa dari 42 negara yang disurvei terkait keuangan syariah, Indonesia menempati posisi ke-2 dengan skor 82,01 setelah Malaysia.

Dalam kesempatan yang sama, Wapres menyampaikan optimismenya terhadap FoSSEI untuk dapat berkontribusi lebih besar lagi terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya dengan potensi sebagai wadah berhimpunnya 247 Kelompok Studi Ekonomi Islam di 14 regional, dengan kurang lebih 20.000 kader yang tersebar di sektor industri, pemerintahan, maupun filantropi.

Sebelumnya, Presidium Nasional FoSSEI Eko Kurniawan menyampaikan bahwa kegiatan yang meliputi berbagai rangkaian kompetisi ilmiah ini diselenggarakan dengan harapan tidak hanya untuk saling berkompetisi antar peserta, tetapi dapat melahirkan ide dan gagasan baru dalam peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah di Indoensia,

“Melalui kegiatan ini kami tidak hanya berkompetisi satu sama lain, tetapi saling berbagi ide dan diskusi untuk selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Nindya Aldila
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper