Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembiayaan Adira Finance Meningkat Tapi Laba Masih Turun. Ini Penjelasannya

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli menjelaskan, sepanjang semester I/2021, pembiayaan baru perseroan meningkat 17,3 persen (year-on-year/yoy) menjadi Rp11,8 triliun sepanjang semester I/2021.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 30 Juli 2021  |  17:46 WIB
Pembiayaan Adira Finance Meningkat Tapi Laba Masih Turun. Ini Penjelasannya
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance) membukukan kenaikan pembiayaan kendati belum mampu membuat laba perseroan ikut meningkat. 

Direktur Utama Adira Finance Hafid Hadeli menjelaskan, sepanjang semester I/2021, pembiayaan baru perseroan meningkat 17,3 persen (year-on-year/yoy) menjadi Rp11,8 triliun sepanjang semester I/2021. Kenaikan ini, kata dia, merupakan dampak mulai bangkitnya penjualan sektor otomotif, baik roda dua maupun roda empat.

Emiten berkode saham ADMF ini juga membukukan pendapatan bunga sebesar Rp4,4 triliun pada semester I/2021, masih mengalami penurunan sebesar 25,0 persen secara year on year (yoy). Beban bunga ADMF ini juga turun sebesar 27,6 persen (yoy) menjadi Rp1,7 triliun sejalan dengan adanya penurunan pada jumlah pinjaman serta pada cost of fund.

Hasilnya, pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp2,7 triliun, turun 23,3 persen (yoy) dan margin bunga bersih tercatat sebesar 12,3 persen. Beban operasional ADMF turun tipis sebesar 1,1 persen (you) menjadi Rp1,8 triliun, sementara cost of credit mengalami penurunan sebesar 15,7 persen (yoy) menjadi Rp819 miliar.

Dengan demikian, laba bersih setelah pajak ADMF menjadi sebesar Rp473,5 miliar atau mengalami penurunan sebesar 20,7 persen (yoy).

Sementara itu, return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) ADMF masing-masing tercatat menjadi sebesar 3,3 persen dan 12,1 persen pada semester I/2021.

Terkini, di tengah adanya penerapan pembatasan sosial atau PPKM sejak awal Juli 2021, Hafid mengungkap ADMF akan berfokus pada penjualan yang tersegmentasi diluar Jawa dan Bali.

Selain itu, ADMF juga akan lebih menyelaraskan antara pertumbuhan pembiayaan baru dan pengendalian kualitas aset di tengah lingkungan operasional yang penuh tantangan untuk mempertahankan kinerja.

"Melihat dinamika pandemi Covid-19 yang masih belum pulih di tahun 2021, Adira Finance terus berinovasi mempersiapkan strategi bisnis untuk menanggapi arah perubahan konsumsi masyarakat yang menjadi lebih digital savvy dengan mempermudah pelanggan dalam melakukan pembiayaan tanpa harus melalui kantor cabang. Oleh karena itu, Perusahaan terus melakukan inovasi dan mengembangkan digital platform Adiraku," katanya, Jumat (30/7/2021).

Hingga Juni 2021, jumlah konsumen yang telah mengunduh aplikasi Adiraku mencapai sekitar 1,5 juta konsumen dan jumlah konsumen yang terdaftar sekitar 700 ribu konsumen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance pembiayaan kredit adira finance
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top