Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Bank Jago (ARTO) Melorot selama Sepekan, Bagaimana Prospeknya?

Realisasi performa keuangan bukan lagi satu-satunya yang menjadi katalis penggerak saham Bank Jago (ARTO).
Karyawan beraktivitas didepan logo Bank Jago di Jakarta, Senin (29/3/2021). Bisnis/Abdurachman
Karyawan beraktivitas didepan logo Bank Jago di Jakarta, Senin (29/3/2021). Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga saham PT Bank Jago Tbk. mengalami penurunan secara berkala hingga ke level Rp12.925 pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (8/10/2021). Lantas, bagaimana prospek saham emiten dengan sandi ARTO tersebut?

Berdasarkan data RTI, saham ARTO mengalami penurunan sebesar 1,52 persen dibandingkan hari sebelumnya atau ke level Rp12.925 per saham. Tercatat, total saham ARTO yang diperdagangkan hari ini mencapai 25 juta, dengan nilai turnover Rp322,7 miliar.

Level tersebut terbilang cukup jauh jika dibandingkan dengan harga tertinggi ARTO pada 29 Juli 2021 yang berada di Rp18.375 per saham. Adapun, saham perseroan masih berada di level Rp14.500 per saham pada 4 Oktober 2021, atau tepatnya saat mengumumkan investor baru.

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan bahwa untuk menilik prospek ARTO diperlukan dua pendekatan, yakni prospek fundamental dan prospek saham.

Menurutnya, harga saham ARTO saat ini sudah berada di performa apik atau high growth. Artinya, realisasi performa keuangan bukan lagi menjadi katalis, tetapi lebih kepada penopang harga saham untuk bisa tetap mendapat valuasi premium (PBV 20x).

Secara prospek fundamental, Alfred optimistis ARTO sampai dengan akhir 2021 sudah mampu membukukan laba bersih. Namun, ekspektasi tersebut tidak lagi menjadi sentimen baru yang akan mendongkrak harga saham perseroan.

“Dan perlu juga menjadi catatan, positioning ARTO sebagai bank digital tentu akan mendapat persaingan ketat dari bank-bank buku 4 yang sudah pasti juga akan masuk ke layanan dan produk perbankan digital,” kata Alfred kepada Bisnis, Jumat (8/10/2021).

Di sisi lain, pada 4 Oktober 2021, ARTO telah mengumumkan Ribbit Capital telah berinvestasi di perseroan untuk membantu mempercepat inklusi keuangan di Indonesia. Ribbit adalah salah satu investor fintech terkemuka di dunia yang investasinya meliputi Robinhood, Revolut, Affirm, Nubank, Coinbase dan Credit Karma.

Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia dengan populasi masyarakat yang belum memiliki rekening bank (unbanked population).

Sebanyak 52 persen penduduk dewasa, atau sekitar 95 juta, tidak memiliki rekening bank dan lebih dari 47 juta penduduk dewasa tidak memiliki akses memadai pada kredit, investasi dan asuransi.

Sementara di lain pihak, penetrasi smartphone di Indonesia mencapai hingga 70-80 persen. Hal ini menandakan masyarakat Indonesia secara infrastruktur siap untuk perbankan digital.

Managing Partner Ribbit Capital, Micky Malka, mengatakan pihaknya menyaksikan revolusi perbankan digital di seluruh dunia. Bank Jago dinilai sebagai fully digital bank pertama di Indonesia dan telah membuat kemajuan luar biasa dalam mengembangkan layanan perbankan digital bagi masyarakat.

Direktur Utama Bank Jago Kharim Siregar mengatakan kehadiran Ribbit menunjukkan minat dan ketertarikan yang tinggi investor kelas dunia terhadap upaya Bank Jago dalam memajukan inklusi keuangan digital di negeri ini.

“Hal ini juga mengkonfirmasi besarnya harapan dan kepercayaan investor global terhadap prospek bank digital di Indonesia. Kami tentu menyambut baik partisipasi dan dukungan Ribbit di Bank Jago,” kata Kharim.

Investasi Ribbit menambah daftar pemegang saham kredibel dan memiliki komitmen kuat dalam memajukan Bank Jago sebagai pemain utama di bisnis bank digital.

Sebelumnya, Bank Jago telah mendapatkan kepercayaan dari Gojek yang dilakukan melalui bisnis layanan keuangan dan pembayaran digitalnya dan GIC Private Limited.

Adapun, Bank Jago telah meluncurkan platform perbankan digital pada 15 April 2021 yang bertujuan menyediakan akses bagi masyarakat membuka rekening bank secara instan serta memampukan mereka mengelola keuangan secara lebih cepat, simpel, dan kolaboratif.

Melalui adopsi teknologi terkini, aplikasi Jago dirancang khusus untuk mampu tertanam dalam ekosistem digital untuk menghadirkan pengalaman baru dalam bertransaksi yang berfokus pada kehidupan nasabah.

Dalam 12 bulan terakhir Bank Jago telah bermitra dengan ekosistem digital, berbagai platform lending serta wealth management. Aplikasi Jago baru-baru ini diintegrasikan ke dalam aplikasi Gojek sebagai metode pembayaran tanpa uang tunai yang memungkinkan jutaan pengguna Gojek bertransaksi secara seamless, cepat dan efisien.

Integrasi bank dengan ekosistem digital secara seamless ini menjadi salah satu milestone perjalanan industri perbankan. Selain dengan Gojek, aplikasi Jago juga terintegrasi dengan platform investasi digital Bibit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper