Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proses Merger Rampung, BSI (BRIS) Kini Fokus Kembangkan Ekosistem Ekonomi Islam

Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, mengatakan saat ini salah satu fokus perseroan adalah mengembangkan ekosistem ekonomi Islam di Indonesia.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 01 November 2021  |  17:57 WIB
Karyawan melanyani nasabahyang melakukan transaksi di PT Bank Syariah Indonesia KC Jakarta Barat, Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (1/2 - 2021). Bisnis
Karyawan melanyani nasabahyang melakukan transaksi di PT Bank Syariah Indonesia KC Jakarta Barat, Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (1/2 - 2021). Bisnis

Bisnis.com, PEKANBARU -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) menyatakan bakal fokus mengembangkan dan mendukung ekosistem ekonomi Islam di Tanah Air. Komitmen tersebut disampaikan perseroan usai meresmikan single system atau tahap akhir dari proses merger dan migrasi nasabah dari 3 bank syariah pemerintah.

Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, mengatakan saat ini salah satu fokus perseroan adalah mengembangkan ekosistem ekonomi Islam di Indonesia.

"Upaya ini merupakan langkah BSI dalam melayani umat Islam. Misalnya dalam pengelolaan masjid, kami mendorong digitalisasi pengelolaan masjid, seperti di Masjid Istiqlal kami telah memasang QRIS," ujarnya dalam konpers virtual Senin (1/11/2021).

Dia menambahkan dukungan yang diberikan tidak hanya memudahkan hubungan masjid dengan jemaah, tetapi juga antara masjid dengan masyarakat dan pegiat UMKM, di mana di Masjid Istiqlal misalnya telah digelar pelatihan usaha kecil. Dari data Kemenag saat ini ada sebanyak 267.745 masjid dan musala, dengan potensi dana sosial yang dikelola mencapai Rp7 triliun.

Selain itu BSI juga bekerja sama dengan Baznas dalam mendorong pengembangan dan optimalisasi pembayaran zakat di Indonesia. Dari potensi dana zakat mencapai Rp371 triliun, saat ini yang sudah dikelola oleh sistem pembayaran zakat pemerintah masih di angka Rp71 triliun. Kemudian ada juga potensi dari wakaf uang yang nilainya mencapai Rp180 triliun.

Selanjutnya BSI juga akan mendukung pendidikan sekolah Islam atau pesantren dengan potensi dana pihak ketiga mencapai Rp1,5 triliun, serta layanan haji dan umrah yang memiliki potensi bisnis Rp43 triliun per tahun.

"Setelah penerapan single system ini, kami memiliki waktu 100 persen untuk meningkatkan bisnis kedepan karena tahapan merger dan integrasi secara internal telah selesai. Kami akan mengembangkan bisnis dan ekosistem syariah di Indonesia sesuai harapan bersama, dan kami meyakini dapat tumbuh lebih cepat dengan dukungan resource yang ada."

Sebelumnya, BSI resmi melayani seluruh nasabah dan masyarakat Indonesia dengan single system per 1 November 2021. Hal ini menandai tahap akhir dari proses migrasi nasabah serta awal baru bagi dunia perbankan syariah di Indonesia.

Pasca single system ini maka seluruh produk dan layanan yang ada di 3 bank legacy sudah dapat dilayani seluruhnya dalam satu sistem BSI. Selain itu, dengan single system ini artinya sekarang BSI memiliki satu core banking system, satu enterprise data, satu sandi kode bank di 451, dan satu pelaporan keuangan, semua dengan nama Bank Syariah Indonesia.

Sementara terkait proses migrasi nasabah, BSI telah menyelesaikan seluruh proses tersebut pada Juli 2021, yang artinya 4 bulan lebih cepat dari target yang dicanangkan.

“Artinya BSI single system betul-betul bank hasil merger dengan single system, dan sudah running mulai 1 November. Pencapaian yang dilakukan dalam beberapa waktu ini sangat bagus sehingga kita juga bisa me-manage BSI dengan sangat baik. Dengan adanya single system ini, kami yakin BSI akan semakin besar baik dari sisi aset, laba, pembiayaan, dan pengguna mobile banking,” kata Direktur Utama BSI Hery Gunardi.

Adapun pada triwulan III 2021 BSI berhasil membukukan laba bersih senilai Rp2,26 triliun, atau naik 37,01 persen secara year on year (YoY). Perolehan laba bersih tersebut ditopang pula kinerja berbagai sektor, di antaranya perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp219,19 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah ekonomi syariah merger bank syariah Bank Syariah Indonesia
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top