Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OCBC NISP (NISP) Pangkas Bunga Dasar KPR Jadi 8,25 Persen

Suku bunga dasar kredit untuk segmen KPR turun dari 8,80 persen menjadi 8,25 persen, yang berlaku mulai 1 November 2021.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 01 November 2021  |  16:19 WIB
OCBC NISP (NISP) Pangkas Bunga Dasar KPR Jadi 8,25 Persen
Petugas berbincang dengan nasabah di kantor cabang PT Bank OCBC NISP Tbk di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) telah menetapkan suku bunga dasar kredit rupiah (prime lending rate) atau SBDK untuk periode November 2021.

Dilansir dari laman resmi perseroan, suku bunga dasar kredit (SBDK) terbaru berlaku efektif per 1 November 2021.

Bank OCBC NISP menetapkan SBDK untuk segmen kredit korporasi dan ritel masing-masing sebesar 8,75 persen dan 9,25 persen.

Sementara, untuk kredit konsumsi KPR atau kredit pemilikan rumah dan non KPR, masing-masing ditetapkan sebesar 8,25 persen dan 9,80 persen.

Bunga dasar kredit untuk segmen KPR mengalami penurunan dari yang berlaku sebelumnya sebesar 8,80 persen. Sementara, SBDK untuk segmen kredit lainnya tidak mengalami perubahan.

SBDK tersebut digunakan sebagai dasar penetapan suku bunga kredit yang akan dikenakan oleh Bank kepada nasabah.

Sebagai informasi, dalam kredit konsumsi non KPR tidak termasuk penyediaan dana melalui kartu kredit dan kredit tanpa agunan (KTA).

SBDK belum memperhitungkan komponen estimasi premi risiko yang besarnya tergantung dari penilaian bank terhadap risiko masing-masing debitur atau kelompok debitur. Artinya, besarnya suku bunga kredit yang dikenakan kepada debitur belum tentu sama dengan SBDK.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpr ocbc nisp sbdk
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top