Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Sepeda Motor Mulai Moncer, Multifinance Racik Strategi Kejar Pertumbuhan

Beberapa multifinance dengan produk utama pembiayaan sepeda motor sudah mulai merasakan dampak positif dari pemulihan ekonomi kalangan masyarakat menengah ke bawah.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 08 November 2021  |  07:00 WIB
Penjualan Sepeda Motor Mulai Moncer, Multifinance Racik Strategi Kejar Pertumbuhan
Multifinance - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati nilai piutang pembiayaan untuk sepeda motor baru senilai Rp63,11 triliun masih terkoreksi 2,4 persen (year-to-date/ytd) dari tutup buku 2020, para multifinance yang terlibat di dalamnya sudah mulai melihat tren positif.

PT Federal International Finance Group (FIFGROUP), anak usaha grup emiten agen pemegang merek otomotif Astra International Tbk. (ASII) lewat Astra Financial, menjadi salah satu yang ketiban berkah fenomena ini.

Direktur Utama FIFGROUP, Margono Tanuwijaya menjelaskan bahwa pertumbuhan penjualan sepeda motor secara umum, yang juga berpengaruh ke pembiayaan sepeda motor dari pihaknya yang disebut FIFASTRA, merupakan cerminan ekonomi segmen middle-low mulai pulih.

Sekadar informasi, data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengungkap penjualan sepeda motor nasional pada September tahun ini telah menembus 3,76 juta unit. Lebih besar dari capaian full year 2020 di 3,66 juta unit dan masih on-the-track mencapai sekitar 4,3 juta sampai 4,6 juta unit pada tutup buku 2021.

"FIFGROUP sendiri merealisasikan pembiayaan di Rp24,4 triliun per September 2021, porsi dari FIFASTRA 63 persen. Kalau kondisi ini bertahan, kami mengincar pertumbuhan di kisaran 8 persen dari tahun lalu," ungkapnya kepada Bisnis, Minggu (7/11/2021).

Sekadar informasi, FIFGROUP pada full year 2020 membukukan total pembiayaan senilai Rp30,1 triliun, dengan porsi produk FIFASTRA atau pembiayaan sepeda motor baru dan bekas masing-masing menyumbang senilai Rp19,28 triliun dan Rp9,5 triliun.

Margono mengungkap bahwa langkah yang akan diambil FIFGROUP untuk mengambil momentum daya beli konsumen dalam waktu dekat, yaitu meningkatkan branding lewat kanal digital, membuat beragam promosi dengan induk usaha, serta berkolaborasi untuk bisa mengambil potensi cross-selling dengan multifinance anggota grup Astra lain.

Senada, emiten pembiayaan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance) mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru pada kuartal III/2021 sebesar Rp18,1 triliun, naik 36 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Diler Sepeda Motor Honda. /wahanaartha.com

Direktur Utama Adira Finance, Hafid Hadeli mengungkap terkhusus produk pembiayaan sepeda motor baru yang menyumbang sekitar 55 persen dari total penyaluran pembiayaan perusahaan setiap tahun, mampu tumbuh mencapai 34 persen (yoy) ketimbang tahun lalu.

Adapun, sepanjang periode 2020, emiten berkode emiten ADMF ini mencatatkan total pembiayaan baru Rp18,6 triliun, di mana porsi pembiayaan sepeda motor menyumbang Rp10,3 triliun.

Hafid menjelaskan bahwa transformasi digital masih akan menjadi garda depan pendongkrak pembiayaan, tepatnya lewat beberapa platform marketplace buatannya dan aplikasi Adiraku yang tercatat telah diunduh sekitar 1,8 juta konsumen dan user terdaftar sekitar 736.000 konsumen.

"Dalam waktu dekat, Adira Finance akan meluncurkan aplikasi mobile Adiraku versi 2.0 sebagai upaya untuk menawarkan produk dan layanan yang lebih baik kepada konsumen. Di samping itu, Adira Finance juga mendorong konsumen menjadi lebih aktif dalam menggunakan platform digital seperti Momobil.id, momotor.id, serta dicicilaja.com sebagai alternatif dalam mengakuisisi pembiayaan baru konsumen baik existing maupun konsumen baru," ungkap Hafid dalam diskusi bersama media.

Terakhir, perusahaan pembiayaan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) juga tercatat mampu bertumbuh pesat dengan total pembiayaan mencapai Rp3 triliun setelah pada periode 2020 hanya mampu menyalurkan Rp1,8 triliun akibat terpengaruh pandemi.

Kredit sepeda motor sebagai salah satu produk andalan WOMF pun berpengaruh besar. Pasalnya, sepanjang 2020, porsi pembiayaan ke segmen ini hanya Rp791 miliar, terbagi setiap kuartal masing-masing Rp510 miliar, kemudian anjlok ke Rp17 miliar dan Rp99 miliar pada kuartal II dan III, dan baru mulai pulih lagi ke Rp165 miliar di akhir periode.

Sementara itu, sampai kuartal III/2021, pembiayaan sepeda motor WOMF telah mencapai lebih dari Rp1 triliun. Tampak pula tren kenaikan di setiap kuartal, tepatnya dari Rp275 miliar, berlanjut ke Rp339 miliar, terakhir Rp401 miliar.

Direktur Keuangan WOMF, Zacharia Susantadiredja optimistis di samping produk pembiayaan dana tunai beragunan mobil (MobilKu) dan motor (MotorKu), serta pembiayaan logam mulia (MAS Ku), pertumbuhan pembiayaan sepeda motor bakal membawa pembiayaan baru sepanjang 2021 melonjak ke Rp4 triliun sampai Rp4,3 triliun.

WOMF berupaya meningkatkan penyaluran pembiayaan dan akuisisi konsumen baru lewat berbagai periode promosi dan pemasaran melalui kanal digital, serta optimalisasi proses bisnis secara berkelanjutan menggunakan e-service, digital sign, dan e-asset.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance pembiayaan sepeda motor perusahaan pembiayaan
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top