Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Anda Terapkan agar Keuangan Sehat

Simak 5 kebiasaan sederhana yang bisa Anda terapkan untuk mencapai kondisi keuangan sehat seperti dilansir dari situs Bankertrust, Rabu (1/12/2021).
Tresia
Tresia - Bisnis.com 01 Desember 2021  |  14:04 WIB
Ilustrasi mengatur keuangan atau financial planning - Freepik.com
Ilustrasi mengatur keuangan atau financial planning - Freepik.com

Bisnis.com, JAKARTA – Memiliki kondisi keuangan sehat menjadi salah satu target atau resolusi tahun baru yang diingat banyak orang. Berikut 5 kebiasaan sederhana yang bisa Anda terapkan agar keuangan tetap sehat.

Kondisi Keuangan yang sehat bisa ditandai dengan memiliki gaji yang mencukupi kebutuhan sehari-hari. Meski memiliki penghasilan yang cukup tinggi, tentu Anda harus tetap memperhatikan kondisi keuangan.

Banyak hal yang dilakukan setiap hari dilakukan karena kebiasaan, termasuk cara memilih untuk membelanjakan uang. Kebiasaan belanja yang buruk dapat membawa Anda ke dalam masalah keuangan. Di sisi lain, kebiasaan keuangan yang sehat dapat membantu Anda membelanjakan lebih bijak dan menabung cukup untuk mencapai tujuan keuangan Anda.

Persiapan untuk menjaga kestabilan keuangan sangat dibutuhkan. Pasalnya, masalah yang Anda hadapi dapat mempengaruhi kondisi keuangan.

Simak 5 kebiasaan sederhana yang bisa Anda terapkan untuk mencapai kondisi keuangan sehat seperti dilansir dari situs Bankertrust, Rabu (1/12/2021).

1. Kurangi Pengeluaran Emosional

Anda mungkin tergoda untuk menemukan kesenangan dalam membeli barang-barang baru atau menghabiskan waktu untuk pengalaman yang menyenangkan. Perlu diingat, terlalu banyak pengeluaran emosional ini dapat menggagalkan anggaran Anda dan menciptakan masalah lebih besar.

Lantas, apa yang bisa Anda lakukan untuk menekan pengeluaran emosional? Pertama, tetapkan anggaran. Jika anggaran Anda memungkinkan, tetapkan jumlah yang akan dibelanjakan baik mingguan atau bulanan.

Hal ini berlaku untuk produk dan pengalaman yang tidak perlu, tetapi ingin Anda nikmati. Menetapkan batas tertentu membantu mencegah berlebihan.

Selanjutnya, Anda bisa membuat daftar belanjaan. Berkeliaran tanpa tujuan di mall atau e-commerce bisa membuat Anda membeli barang yang tidak dibutuhkan.

2. Tinjau Transaksi Secara Teratur

Apakah Anda sering mendaftar aplikasi yang menerapkan uji coba gratis dan sudah Anda lupakan? Jika iya, biaya untuk berlangganan tersebut mungkin muncul di laporan mutasi bank bulanan Anda. Rata-rata, orang Amerika menghabiskan US$350 setahun untuk langganan yang tidak mereka gunakan.

Untuk mencegah kebocoroan tersebut, luangkan waktu setiap bulan untuk meninjau transaksi keuangan Anda. Hal ini akan membantu Anda mengidentifikasi langganan yang tidak Anda gunakan atau butuhkan, serta pengeluaran lain yang dapat dihindari, seperti denda keterlambatan.

3. Jual Barang yang Tidak Digunakan

Banyak orang sering merasa bersalah lantaran mengumpulkan barang-barang yang tidak digunakan, misalnya mainan dan pakaian anak yang sudah kekecilan, barang olahraga, aneka hobi, atau perlengkapan elektroik.

Menjual barang yang tidak lagi Anda butuhkan dapat mengosongkan lebih banyak ruang dalam anggaran Anda. Anda bisa menjual barang preloved tersebut melalui e-commerce atau forum hobi di Facebook.

4. Gunakan Metode Autodebet

Cara mudah untuk menyimpan sebagian dari penghasilan Anda untuk tujuan tertentu, seperti membeli mobil atau membayar biaya sekolah anak, dengan menerapkan autodebet.

Metode ini memungkinkan Anda untuk transfer bulanan ke rekening tabungan lain dengan tujuan yang lebih spesifik. Anda dapat mengatur sumber rekening, jumlah uang, dan tanggal autodebet setiap bulan.

Selain tabungan bank, metode autodebet juga bisa Anda terapkan untuk membeli produk reksa dana. Dengan demikian, uang tabungan Anda pun aman dan tidak digunakan untuk membeli barang-barang yang tidak diperlukan.

5. Mulai berinvestasi

Sama seperti autodebet tabungan, Anda perlu memastikan bahwa Anda telah menjaga diri Anda di masa depan dengan berinvestasi untuk masa pensiun dan kebutuhan masa depan lainnya.

Salah satu cara untuk mulai berinvestasi, yaitu mulai berkontribusi pada rencana pensiun. Selain itu, Anda juga berinvestasi di properti, reksa dana, saham, atau bahkan aset kripto.

Perlu diingat, di setiao perjalanan keuangan hampir selalu ada ruang untuk perbaikan. Saat Anda sedang berupaya meningkatkan disiplin keuangan, jangan lupa untuk sesekali meninjau tujuan Anda, misalnya untuk melunasi utang, menabung untuk uang muka rumah, membeli mobil baru, atau membayar uang kuliah anak.

Meninjau progres dan tujuan Anda dapat memotivasi Anda untuk terus menerapkan kebiasaan keuangan yang sehat.

Selamat mencoba!


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

financial planning personal finance perencanaan keuangan tips keuangan
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top