Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prudential Indonesia dan Standard Chartered Jalin Kerja Sama Penerbitan 2 Dana Investasi

Dua dana investasi campuran tersebut dikeluarkan dalam mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat, yaitu PRULink Rupiah Global Managed Income Fund dan PRULink US Dollar Global Managed Income Fund.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 07 Desember 2021  |  06:14 WIB
Prudential Indonesia dan Standard Chartered Jalin Kerja Sama Penerbitan 2 Dana Investasi
Petugas melayani nasabah di konter pelayanan Prudential Tower Jakarta, Rabu (7/2/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) berkolaborasi dengan Standard Chartered Bank Indonesia (Standard Chartered) meluncurkan dua dana investasi campuran.

Chief Partnership Distribution Officer Prudential Indonesia Ivy Widjaja menjelaskan, dua dana investasi campuran tersebut dikeluarkan dalam mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat, yaitu PRULink Rupiah Global Managed Income Fund dan PRULink US Dollar Global Managed Income Fund.

“Kedua dana investasi baru ini memungkinkan nasabah untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan inovatif seperti e-commerce, teknologi informasi, kecerdasaan buatan, dan fintech, serta memberikan potensi Tambahan Nilai Investasi bulanan,” ujarnya lewat rilisnya, Senin (6/12/2021).

Lebih lanjut, dia menyebutkan, kedua dana investasi ini sesuai bagi nasabah dengan profil risiko sedang-tinggi dan memiliki preferensi alokasi dana investasi di luar negeri dengan potensi Tambahan Nilai Investasi bulanan.

“Pilihan dana investasi yang ditawarkan telah dipilih dengan cermat dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, dan memperhitungkan potensi imbal hasil investasi dalam jangka panjang, serta memberikan potensi Tambahan Nilai Investasi bulanan,” katanya

Ivy melanjutkan, selain ke pasar pendapatan tetap di dalam dan luar negeri, dana investasi ini juga diinvestasikan secara global di saham-saham perusahaan inovatif (megatrend) yang merupakan perusahaan global dan berkelanjutan dengan kekuatan ekonomi makro yang dapat memberikan pengaruh pada lanskap ekonomi, bisnis, dan sistem sosial dunia.

Skema dana Prudential dan Standard Chartered yang berinvestasi di pasar asing (offshore funds), termasuk dalam sektor teknologi dan media, memiliki potensi yang besar. Dari sisi kinerja, sektor-sektor tersebut masih menawarkan potensi pertumbuhan tinggi dan akan terus menggerakan ekonomi dunia.

Data mengenai peringkat Return on Investment (ROI) berdasarkan sektor di AS pada kuartal ketiga 2021 yang dirilis CSI Market mencatat sektor teknologi dan layanan kesehatan masing-masing memiliki nilai ROI sebesar 24,89 persen dan 10,11 persen.

Head of Wealth Management, Standard Chartered Bank Indonesia Meru Arumdalu menyampaikan inovasi produk terbaru tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan nasabah yang sangat dinamis.

“Inovasi ini untuk memberikan kesempatan bagi para nasabah kami dapat berinvestasi secara global di saham perusahaan-perusahan yang mayoritas kegiatan ekonominya berada di sektor teknologi,” ujarnya.

Dia menyebutkan, dengan PRULink Rupiah Global Managed Income Fund dan PRULink US Dollar Global Managed Income Fund yang dirancang untuk dapat memberikan potensi Tambahan Nilai Investasi bulanan.

“Nasabah kami memiliki fleksibilitas dan likuiditas lebih besar selain apresiasi modal jangka panjang untuk mengoptimalkan portofolio investasi mereka,” katanya.

Untuk diketahui, PRULink Rupiah Global Managed Income Fund dan PRULink US Dollar Global Managed Income Fund mulai tersedia dan dapat dipilih sebagai salah satu pilihan dana investasi mulai 22 November 2021 pada produk VERSALink Investor Account Plus milik nasabah Standard Chartered.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prudential standard chartered
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top