Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pintek Sediakan Akses Permodalan UKM di Ekosistem SIPLah Telkom

Akses pendanaan untuk pelaku UKM pendidikan mitra SIPLah sangat krusial di era normal baru ini, terutama untuk memastikan mereka tetap bertahan hidup dan mampu mengembangkan bisnisnya.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 28 Desember 2021  |  06:08 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Platform teknologi finansial peer-to-peer (P2P) lending bidang pendidikan PT Pinduit Teknologi Indonesia (Pintek) ikut mendukung keberlangsungan UMKM dalam ekosistem Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) yang dioperasikan oleh PT Telkom. 

Sebagai informasi, SIPLah Telkom (https://SIPLahtelkom.com) merupakan salah satu operator SIPLah resmi yang menjadi program digitalisasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal mengakomodasi pelaku usaha penyedia kebutuhan pendidikan di Indonesia. Pintek telah berkolaborasi dengan SIPLah Telkom sejak Oktober 2021.

Tommy Yuwono, Co-Founder dan Direktur Utama Pintek mengungkap seiring meningkatnya transaksi yang terjadi di SIPLah, termasuk SIPLah Telkom, masih ada tantangan yang perlu dihadapi bagi para pelaku usaha/UKM pendidikan di dalamnya. 

"Kami melihat akses permodalan menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi para pelaku UKM pendidikan di Indonesia. Adanya kekurangan informasi menjadi hambatan, karena UKM biasanya tidak masuk audit lembaga keuangan konvensional," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/12/2021). 

Hal ini tergambar dari riset Pintek pada Juli 2021, di mana dari 80 pelaku UKM pendidikan, sekitar 69 persen di antaranya membiayai usahanya mengandalkan pendanaan pribadi untuk modal dan operasional perusahaannya. 

Selain itu, dari 80 lebih pelaku UKM pendidikan, 57 persen di antaranya mengatakan memiliki kesulitan dalam mendapatkan pendanaan selama dua tahun terakhir setidaknya 1 sampai 2 kali.

"Padahal, ketika sekolah melakukan pesan barang, UKM harus menyediakan di awal, baru sekolah membayar. Sehingga memang membutuhkan modal yang besar. Oleh karena itu, sejak awal tahun 2021, kami memfokuskan strategi bisnis untuk pendanaan bagi pelaku UKM di bidang pendidikan," jelasnya. 

Sejalan dengan survei yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik tahun 2020, sekitar 69,02 persen UMKM mengalami kesulitan permodalan di saat pandemi Covid-19. Data tersebut mengonfirmasi bahwa bantuan permodalan bagi UMKM menjadi hal yang penting.  

Tommy mengungkap Pintek berupaya menjadi salah satu roda penggerak pendidikan di Indonesia dengan mengajak para pelaku UKM pendidikan mengembangkan potensi bisnis yang lebih optimal melalui proses digitalisasi.  

"Dengan inovasi pembiayaan yang kami miliki, kami berharap dapat mendorong semangat pelaku UKM pendidikan untuk dapat mengembangkan bisnisnya, secara khusus di masa pandemi ini, di mana sebagian UKM pendidikan yang menghadapi kesulitan dapat memperoleh alternatif solusi keuangan. Kami percaya bahwa pada tahun 2022, sektor ini akan semakin berkembang dengan terus meningkatnya literasi keuangan dan pemanfaatan teknologi," jelasnya. 

Dwi Meidianty, selaku tim bisnis SIPLah Telkom mengatakan pihaknya sejak awal hadir dengan tujuan untuk mempermudah akses para UKM pendidikan di bidang pengadaan barang dan jasa sekolah. 

"Kami telah melihat adanya peningkatan tren secara positif dengan terus meningkatnya transaksi yang terjadi dan jumlah penyedia kebutuhan pendidikan yang bergabung didalamnya. Hingga saat ini, ada sekitar lebih dari 20.000 penyedia kebutuhan pendidikan dengan jutaan produk yang dijual secara variatif, sudah bergabung bersama kami," ujarnya. 

Hal ini menunjukkan bahwa ada keuntungan potensial yang dapat dicapai ketika para pelaku usaha/UKM Pendidikan mau beralih dari cara konvensional dan bergabung dengan mitra SIPLah. 

Adapun, akses pendanaan untuk pelaku UKM pendidikan mitra SIPLah sangat krusial di era normal baru ini, terutama untuk memastikan mereka tetap bertahan hidup dan mampu mengembangkan bisnisnya. 

"Kami berharap di tahun depan, pelaku UKM yang mengalami hambatan dalam mengembangkan bisnis karena permasalahan modal, bisa memanfaatkan layanan pinjaman P2P yang tentunya harus resmi terdaftar dan diawasi OJK, seperti Pintek. Karena P2P lending bisa menjadi solusi mengisi celah pembiayaan yang tidak dapat disediakan oleh layanan perbankan," tutupnya. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan ukm pendidikan fintech
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top