Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tugure Pertahankan Rating A+(idn) dari Fitch

Lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia (Fitch) menegaskan peringkat Nasional Insurer Financial Strength (IFS) PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) di A+(idn) dengan outlook stabil.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 29 Desember 2021  |  10:51 WIB
Karyawati beraktivitas di kantor PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re) di Jakarta, Senin (6/3). - JIBI/Dwi Prasetya
Karyawati beraktivitas di kantor PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re) di Jakarta, Senin (6/3). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia (Fitch) menegaskan peringkat Nasional Insurer Financial Strength (IFS) PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) di A+(idn) dengan outlook stabil.

"Peringkat Nasional IFS 'A' menunjukkan kapasitas yang kuat untuk memenuhi kewajiban kepada pemegang polis relatif terhadap seluruh kewajiban lainnya atau emiten-emiten lainnya di Indonesia, tanpa membedakan industri dan jenis kewajiban," demikian pernyataan Fitch dalam laporannya yang dikutip pada Rabu (29/12/2021).

Fitch menilai kapitalisasi Tugure cukup baik. Hal ini tercermin dari rasio kapital berbasis risiko (RBC) yang berada di level 213 persen pada akhir September 2021, di atas persyaratan minimum 120 persen. Pada akhir 2020, RBC Tugure berada di level 226 persen.

Fitch menyatakan, perusahaan telah mempertahankan RBC di atas 200 persen selama 3 tahun terakhir. Namun, modal dalam jumlah absolut dinilai kecil dibandingkan dengan beberapa perusahaan reasuransi domestik dan reasuransi internasional di Asia Tenggara.

Sementara itu, profil perusahaan Tugure dinilai sebagai 'moderate' berdasarkan profil bisnis yang moderate dan tata kelola perusahaan yang 'moderate/favourable' dibandingkan dengan perusahaan reasuransi domestik lainnya.

"Tugure memiliki waralaba bisnis yang memadai, profil risiko bisnis yang setara dengan sektor reasuransi Indonesia dan diversifikasi bisnis yang terbatas. Sekitar 90 persen bisnis perusahaan bersumber dari segmen umum dan sebagian besar bisnis bersumber dari Indonesia," kata Fitch.

Rata-rata rasio gabungan umum perusahaan ada di 105,2 persen sepanjang 2018-2020. Rasio naik ke 107,5 persen pada akhir September 2021, di tengah klaim yang lebih tinggi dari bisnis onshore dan kesehatan dikarenakan dampak Covid-19, tapi perusahaan bertujuan untuk memperbaiki praktik underwriting melalui portofolio bisnis yang selektif, tambahan syarat dan penetapan ulang harga untuk meminimalisir rasio klaim. Rata-rata tingkat pengembalian ekuitas Tugure ada di 2 persen selama 2018-2020 yang didukung oleh pendapatan investasi.

Fitch melihat bahwa risiko investasi Tugure sebagai terbatas mengingat eksposur aset-aset berisiko dapat dijaga. Selain itu, portofolio investasi tetap likuid, dengan kas, setara kas, dan efek berpendapatan tetap menyumbang sekitar 75 persen dari aset yang diinvestasikan pada akhir September 2021. Portofolio investasi yang tersisa terdiri atas berbagai instrumen, termasuk saham, dan reksa dana.

Perusahaan menggunakan excess-of-loss treaties untuk memitigasi eksposur bencana dan memantau akumulasi risikonya secara teratur. Perusahaan reasuransi juga bekerja sama secara aktif dengan pialang eksternal secara berkala untuk menilai paparan bencana secara konservatif melalui berbagai alat pemodelan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fitch ratings tugu reasuransi indonesia
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top