Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proses Konversi, Bank Riau Kepri Tunggu Ganti Nama jadi Bank Riau Kepri Syariah

Proses konversi ini sesuai dengan rencana bisnis bank Bank Riau Kepri tahun 2022.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 05 Januari 2022  |  10:11 WIB
Pegawai Bank Riau-Kepri menyiapkan uang kertas baru saat membuka layanan penukaran uang oleh Bank Indonesia (BI), BRI dan Bank Riau-Kepri di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (13/5/2019). - ANTARA/FB Anggoro
Pegawai Bank Riau-Kepri menyiapkan uang kertas baru saat membuka layanan penukaran uang oleh Bank Indonesia (BI), BRI dan Bank Riau-Kepri di Kota Pekanbaru, Riau, Senin (13/5/2019). - ANTARA/FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Riau Kepri mengumumkan saat ini sedang dalam proses konversi untuk berubah berdasarkan prinsip syariah.

Berdasarkan pengumuman yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia edisi Rabu (5/1/2022), direksi perseroan meminta doa dan restu atas proses konversi Bank Riau Kepri menjadi PT Bank Riau Kepri Syariah agar berjalan dengan lancar dan diberi kemudahan. Proses konversi ini sesuai dengan rencana bisnis bank Bank Riau Kepri tahun 2022.

“Berkenaan dengan hal tersebut, kami mohon perkenan seluruh nasabah pemilik rekening giro, tabungan, deposito, dan nasabah kredit dapat mengunjungi kantor PT Bank Riau Kepri terdekat untuk mendapatkan informasi sekaligus persetujuan konversi syariah,” tulis direksi, dikutip Rabu (5/1/2022).

Meskipun perseroan mengumumkan proses konversi ke layanan syariah, direksi menekankan bahwa seluruh catatan dan data nasabah untuk semua produk layanan dan jasa tidak mengalami perubahan, seperti nama nasabah, nomor rekening, dan data individual lainnya.

“[Produk layanan dan jasa] tetap berlaku dan menggunakan data yang sama,” jelasnya.

Lebih lanjut, semua biaya yang timbul dari pelaksanaan perubahan transaksi produk kegiatan usaha konvensional menjadi produk berdasarkan prinsip syariah tidak dibeberkan kepada nasabah dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab bank.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Sekretaris Perusahaan Bank Riau Kepri, Wahyudi menyampaikan bahwa saat ini perseroan sedang menunggu izin dari OJK untuk konversi menjadi Bank Riau Kepri Syariah. Verifikasi dokumen juga sudah dilakukan oleh lembaga pengawas perbankan tersebut.

"Mohon doa, semoga izinnya segera diterbitkan oleh OJK," katanya.

Sebelumnya, berdasarkan laporan keuangan perseroan pada kuartal III/2021, Bank Riau Kepri membukukan laba bersih tahun berjalan senilai Rp329,83 miliar. Realisasi laba tersebut disumbang oleh pendapatan bunga senilai Rp1,64 triliun dan pendapatan bersih senilai Rp966,57 miliar.

Adapun, beban bunga pada periode ini sebesar Rp676,39 miliar, turun dibandingkan dengan beban bunga pada September 2020 yang senilai Rp710,27 miliar.

Dari sisi kredit, Bank Riau Kepri mencatatkan penyaluran senilai Rp14,70 triliun, sedangkan pada akhir 2020 senilai Rp16,22 triliun.

Selain itu, pembiayaan syariah yang disalurkan senilai Rp4,04 triliun, melonjak jika dibandingkan dengan realisasi akhir tahun lalu, yang senilai Rp2,73 triliun.

Sementara, dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp25,32 triliun, naik 14,41 persen dari Rp22,13 triliun pada akhir Desember 2020 (year-to-date/ytd). Dengan demikian, Bank Riau Kepri mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 6,38 persen ytd, dari Rp28,19 triliun menjadi Rp29,99 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah perbankan bank riau kepri bpd
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top