Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Ina (BINA) Targetkan Kredit Tumbuh 30 Persen pada 2022, UMKM Disasar

Bank Ina Perdana menargetkan ekspansi kredit tumbuh di kisaran 20 persen hingga 30 persen pada 2022. Pertumbuhan ini seiring dengan harapan ekonomi nasional yang lebih propektif.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 05 Januari 2022  |  19:21 WIB
Bank Ina (BINA) Targetkan Kredit Tumbuh 30 Persen pada 2022, UMKM Disasar
Gedung PT Bank Ina Perdana Tbk - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) akan menggerakkan sejumlah strategi untuk meningkatkan alokasi pembiayaan kepada usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM pada 2022.

Direktur Utama Bank Ina Perdana Daniel Budirahayu menyatakan UMKM menjadi salah satu segmen yang diprioritaskan oleh perseroan. Upaya ini dilakukan dengan menyalurkan kredit usaha rakyat atau KUR.

"UMKM memang menjadi fokus kami, dan untuk itu kami juga akan menyediakan fasilitas KUR untuk nasabah mikro, dan kami akan berkerja sama dengan nasabah-nasabah korporasi untuk membiayai supply chain dan distributornya," ujar Daniel, Rabu (5/1/2022).

Meski demikian, Daniel belum mengungkapkan alokasi KUR yang akan didistribusikan oleh perseroan. Sementara untuk nasabah korporasi, dia menyatakan ada beberapa pihak yang sudah menandatangani perjanjian kerja sama.

Di sisi lain, Bank Ina Perdana menargetkan ekspansi kredit tumbuh di kisaran 20 persen hingga 30 persen pada 2022. Pertumbuhan ini seiring dengan harapan ekonomi nasional yang lebih propektif.

Pada 2021, Bank Ina mencatat kredit yang diberikan sebesar Rp2,91 triliun per 30 September 2021, dari posisi akhir tahun 2019 sebesar Rp2,93 triliun.

Demikian pula penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh sebesar 36 persen year to date (ytd) menjadi Rp9,63 triliun. Pertumbuhan ini berasal dari dana murah berupa giro dan tabungan (CASA) yang tumbuh sebesar 2 persen ytd, dari Rp2,73 triliun menjadi Rp2,79 triliun.

Selain itu, Bank Ina juga mencatatkan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) naik di level 3,11 persen secara gross dan 1,45 persen secara net pada 30 September 2021. Untuk NIM dan BOPO, perseroan menekan rasio masing-masing 2,37 persen dan 92,80 persen pada 30 September 2021.

Permodalan Bank Ina juga semakin kuat setelah pada Desember 2021 berhasil merampungkan aksi penambahan modal melalui skema rights issue senilai Rp1,18 triliun.

Daniel menyatakan aksi rights issue yang dilakukan perseroan telah terserap seluruhnya. Begitu pun dengan dana hasil rights issue yang sudah terkumpul sesuai harapan perseroan.

Dana yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja, sehubungan dengan pelaksanaan kegiatan operasional serta pengembangan usaha. Hal ini sesuai strategi perseroan dalam menerapkan digitalisasi dalam proses bisnis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan Kinerja Emiten bank ina
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top