Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tebus Saham Allo Bank (BBHI), Salim Group Cs Diikat Perjanjian 3 Tahun

Dengan perjanjian ini, selama tiga tahun, tidak boleh baik CT Corpora, Mega Corpora, atau siapa pun itu yang tercantum dalam strategic partner menjual sahamnya
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  13:31 WIB
Nasabah melakukan transaksi melalui aplikasi Allo Bank di Jakarta, Selasa (4/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Nasabah melakukan transaksi melalui aplikasi Allo Bank di Jakarta, Selasa (4/1/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Mitra strategis yang akan berpartisipasi dalam aksi rights issue PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) terikat dalam perjanjian lock up period selama tiga tahun sejak tanggal pencatatan saham.

“Jadi, selama tiga tahun, tidak boleh baik CT Corpora, Mega Corpora, atau siapa pun itu yang tercantum dalam strategic partner menjual sahamnya. Ini memastikan investor ritel terlindungi kepentingannya,” ujar CEO PT CT Corpora, Chairul Tanjung di Jakarta, Selasa (11/1/2022).

Chairul Tanjung memaparkan bahwa hal itu dilakukan supaya ke depan tidak terjadi kemungkinan yang tidak diinginkan. Misalnya, salah satu investor tetiba menjual saham secara masif, sehingga menyebabkan harga saham turun drastis.

Untuk menjamin hal tersebut, Chairul Tanjung menegaskan bahwa para investor strategis memiliki perjanjian lock up selama tiga tahun semenjak tanggal pencatatan.

“Jadi, long way to go. Para investor ritel bisa dengan nyaman tidur nyenyak di rumah karena tidak akan ada yang menjual tiba-tiba saham yang dibeli dalam rights issue,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Allo Bank berencana menerbitkan sebanyak 10,04 miliar saham biasa atas nama dengan nominal Rp100 per saham. Dengan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp478 per saham, BBHI berpotensi meraih dana Rp4,8 triliun.

Mega Corpora yang memiliki kepemilikan 90 persen saham BBHI menyatakan hanya akan menyerap 2,71 miliar lembar saham atau setara 30 persen dari keseluruhan haknya. Adapun, sisanya dialihkan ke 6 investor strategis, di antaranya Bukalapak dan Group Salim.

Dalam prospektusnya, PT Bukalapak.com (BUKA) akan menyerap 2,49 miliar saham atau 11,49 persen dari total saham BBHI. Dengan harga pelaksanaan Rp478 per saham, Bukalapak diperkirakan menginjeksi dana sebanyak Rp1,19 triliun.

Selain BUKA, entitas lain yang akan menyerap rights issue BBHI adalah Abadi Investment Pte.Ltd sebanyak 1,52 miliar saham, dan PT Indolife Investama Perkasa sebanyak 1,30 miliar saham.

Selain itu, ada juga H Holdings Inc. sebanyak 448,74 juta saham, Trusty Cars Pte. Ltd sebanyak 150 juta saham, dan PT CT Corpora sebanyak 408,31 juta saham Allo Bank.

BBHI menjadwalkan periode perdagangan di Bursa Efek Indonesia yang dilaksanakan selama 5 hari kerja, terhitung mulai 13 Januari 2022 hingga 19 Januari 2022. Artinya, HMETD yang tidak dilaksanakan hingga tanggal akhir periode tersebut dinyatakan tidak berlaku lagi.

Pada sesi I perdagangan hari ini, saham BBHI tercatat melonjak sebesar 15,44 persen dibandingkan hari sebelumnya. Hingga pukul 12.38 WIB, total saham yang diperdagangkan mencapai 26,1 juta dengan nilai turnover Rp204,5 miliar. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

chairul tanjung rights issue Allo Bank
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top