Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PNM Serap Seluruh Dana Penerbitan Obligasi Rp3 Triliun

PNM telah menggunakan seluruh hasil bersih penawaran umum untuk modal kerja pembiayaan UMKM.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 16 Januari 2022  |  12:35 WIB
Kantor PNM - pnm.co.id
Kantor PNM - pnm.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani telah menggunakan seluruh dana hasil penerbitan Obligasi PUB IV Tahap I Tahun 2021 senilai Rp3 Triliun, untuk penyaluran pembiayaan UMKM. 

Hal itu disampaikan manajemen perseroan kepada Bursa Efek Indonesia pada Jumat (14/1/2022). 

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, perseroan mencatat jumlah hasil penawaran umum senilai Rp3 triliun. Setelah dikurangi biaya penawaran umum, maka hasil bersihnya menjadi Rp2,99 triliun. 

Perseroan telah menggunakan seluruh hasil bersih penawaran umum untuk modal kerja pembiayaan UMKM, sesuai dengan prospektus. Dengan demikian, tidak ada sisa dana hasil penawaran umum per posisi 31 Desember 2021. 

Untuk diketahui, PNM menargetkan penyaluran pembiayaan dapat mencapai sekitar Rp55 triliun pada 2022. Angka tersebut diperkirakan tumbuh sekitar 17 persen dibandingkan realisasi tahun ini. 

Meningkatnya target penyaluran pembiayaan seiring dengan peningkatan jumlah nasabah yang ditargetkan dapat mencapai sekitar 14 juta pada tahun ini.

Direktur Kelembagaan dan Perencanaan PNM Sunar Basuki mengatakan, target tersebut didasarkan pada keinginan stakeholder yang menghendaki perseroan dapat menjangkau 20 juta nasabah pada 2024. 

"Mungkin kami bisa menargetkan 14 juta nasabah untuk 2022. Untuk proyeksi penyaluran pembiayaan hampir Rp55 triliun dengan outstanding mungkin hampir Rp38 triliun tahun depan," ujar Sunar ketika ditemui Bisnis, pada pertengahan Desember kemarin. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi pnm pembiayaan mikro
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top