Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Insentif PPnBM Dinilai Bakal Jaga Harga Pasaran Mobil, Untungkan Multifinance

Pasalnya, regulasi pengenaan PPnBM baru berbasis kadar emisi dan tingkat efisiensi bahan bakar membuat harga beberapa tipe mobil yang tengah laris di pasaran menjadi lebih mahal.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 20 Januari 2022  |  20:12 WIB
Ilustrasi leasing kendaraan bermotor - www.raceworld.tv
Ilustrasi leasing kendaraan bermotor - www.raceworld.tv

Bisnis.com, JAKARTA - Pengaruh insentif pajak barang mewah (PPnBM) buat mobil baru bakal membawa kestabilan harga, sehingga geliat industri pembiayaan otomotif tahun ini tetap terjaga.

Direktur Utama PT BCA Finance, Roni Haslim percaya kebijakan ini bakal membawa dampak positif bukan hanya untuk pasar mobil yang mendapat insentif, tetapi secara keseluruhan.

"Kebijakan ini bisa menjaga momentum, karena menghindari lonjakan harga mobil baru. Saya yakin untuk tipe-tipe yang tidak dapat bebas PPnBM pun pasti diskonnya akan ditambah oleh APM [agen pemegang merek]. Mereka butuh untuk menjaga market share tipe-tipe mobil tersebut," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (20/1/2022).

Sebagai informasi, dalam bocoran rencana teknis pengenaan diskon PPnBM dari pemerintah, tipe mobil yang akan mendapatkan insentif, yaitu segmen low cost green car (LCGC) dan segmen mobil 'sejuta umat' dengan harga di bawah Rp250 juta.

Rencananya, jenis mobil LCGC yang kini memiliki tarif PPnBM sebesar 3 persen, nilai pengenaan pajaknya akan ditanggung penuh oleh pemerintah pada sepanjang kuartal I/2022. Kemudian mengecil hanya 2 persen pada kuartal II/2022, dan berlanjut hanya 1 persen pada kuartal III/2022.

Sementara itu, untuk segmen kendaraan dengan harga Rp200 juta sampai 250 juta yang notabene dikenakan PPnBM sebesar 15 persen, pada kuartal I/2022 ini diberikan insentif sebesar 50 persen, sehingga masyarakat hanya membayar PPnBM sebesar 7,5 persen.

Kebijakan pengenaan PPnBM mobil secara umum sendiri telah berubah sejak kuartal III/2021, berbasis kadar emisi dan tingkat efisiensi bahan bakar. Bukan lagi berdasarkan jenis, kapasitas mesin, dan tipe penggerak roda seperti kebijakan sebelumnya.

Inilah kenapa pengenaan PPnBM untuk jenis mobil laris di pasaran kebanyakan naik, hanya mobil tipe tertentu yang pengenaannya turun dari regulasi sebelumnya. Oleh sebab itu, apabila tidak ada insentif untuk menekan harga mobil di tipe low-end, sebagian besar masyarakat akan terbebani.

Direktur Utama PT Clipan Finance Indonesia Tbk. (CFIN), Harjanto Tjitohardjojo menambahkan kebijakan ini terbilang menguntungkan buat multifinance, karena jenis mobil yang mendapat insentif merupakan 'volume maker' buat outstanding pembiayaan para pemain.

"Buat Clipan Finance sendiri, dari total pembiayaan khusus mobil baru di Rp1,78 triliun sepanjang 2021, sekitar 43 persen atau Rp770,8 miliar itu disumbang oleh mobil dengan harga di bawah Rp250 juta. Debitur yang berminat membeli kendaraan di tentang harga tersebut jumlahnya signifikan," jelasnya.

Menurutnya, industri otomotif butuh mobil-mobil di tipe ini tetap laku keras untuk menjaga momentum pertumbuhan. Buktinya, mobil tipe low-end tengah memulai tren berganti wajah, agar terlihat segar di tahun ini. Namun, strategi ini hanya akan berhasil apabila ditopang oleh harga yang stabil.

Adapun, bagi PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance/CNAF) yang menyasar kalangan debitur peminat mobil dengan harga rata-rata Rp300 juta, insentif ini hanya akan digunakan untuk menjangkau debitur potensial dengan porsi terbatas.

Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance Ristiawan Suherman mengungkap pembiayaan mobil baru dengan harga Rp225 jutaan di CNAF hanya 10 persen saja dari total Rp1,6 triliun, atau hanya Rp138 miliar.

"Memang dampaknya ke pembiayaan CNAF tidak terlalu signifikan. Tapi kami jelas menyambut insentif ini, karena sudah terbukti berhasil membuat industri otomotif kembali bergeliat pada 2021 lalu. Ini otomatis akan membawa iklim positif terhadap seluruh ekosistem pendukung industri otomotif, termasuk perusahaan pembiayaan seperti CNAF," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance PPnBM kredit mobil pajak mobil
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top