Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transformasi Digital Buat Talent Digital BRI (BBRI) Semakin Adaptif

BRI (BBRI) menyebut tumbuhnya transformasi digital perseroan telah membuat talent BRI semakin akrab dengan layanan digitalisasi.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 25 Februari 2022  |  22:03 WIB
Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo - Istimewa
Direktur Digital, Teknologi Informasi dan Operasi BRI Indra Utoyo - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mengklaim tumbuhnya transformasi digital perseroan telah membuat talent BRI semakin akrab dengan layanan digitalisasi.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo, mengatakan hal tersebut membuat pola pikir perlu digeser ke arah digital yang perubahannya dinilai sangat dinamis.

Menurutnya, talent digital juga harus memiliki ketangkasan, kecepatan, dengan daya kreatif tinggi. Hal ini diiringi dengan literasi dan validasi data. Dengan masifnya digitalisasi, perseroan membangun sebuah lingkungan bernama project to product, yakni IT tidak sekadar menjadi komponen pendukung.

“Kami selalu siap mulai dari planing, forward looking, hingga sensing apa yang berkembang, apa yang sekarang menjadi tren,” ujar Indra dalam keterangan tertulis, Jumat (25/2/2022).

Indra menambahkan saat ini sebanyak 96,7 persen aktivitas nasabah sudah menggunakan kanal digital. Pengguna BRImo sendiri pada 2021 mengalami pertumbuhan pesat sekitar 56,4 persen year-on-year (yoy) menjadi 14,2 juta dari 9,1 juta pada 2020.

Sementara itu, jumlah transaksi meningkat sekitar 66,2 persen yoy dari 766 juta transaksi pada 2020 menjadi 1,27 miliar transaksi pada 2021. Adapun nilai transaksi melalui BRImo pada 2021 mencapai Rp1.345 triliun atau naik 581,1 persen yoy dari 197 triliun pada 2020.

Dia juga menyampaikan BRISPOT telah meningkatkan produktivitas dan efisiensi karena di dalamnya melibatkan 100.000 lebih loan officers dan approvers. Didukung lebih dari 140 fitur, produk ini diklaim membantu segmen mikro, kecil, maupun konsumer.

“Kami membangun teknologi secara mandiri, tidak menggunakan vendor. Produknya seperti BRISPOT yang merupakan aplikasi pengajuan kredit. Selain itu juga ada AgenBRILink. Ini menunjukan bahwa BRI merupakan technology company yang mempunyai lisensi bank,” tutur Indra.

Di sisi lain, AgenBRILink juga diperkuat oleh lebih dari 500.000 agen di seluruh Indonesia. Jumlah transaksi melalui AgenBRILink pada 2021 mencapai 928 juta, naik 27,5 persen yoy dari 728 juta transaksi pada 2020. Nilai transaksi juga tumbuh sekitar 35,6 persen yoy menjadi Rp1.143 triliun dari Rp843 triliun pada 2020.

Adapun fee income pada 2021 telah mencapai Rp1,19 triliun atau naik 3 persen yoy dari Rp1,15 triliun pada 2020. “Kami sudah melihat pertumbuhan yang luar biasa dari waktu ke waktu,” pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri bbri transformasi digital
Editor : Azizah Nur Alfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top