Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekonom Sebut Tahun Ini Era Suku Bunga Naik

Sebagai catatan, sejak pertama virus Corona tercatat di Indonesia, Bank Sentral telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps). 
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 30 Maret 2022  |  18:29 WIB
Ilustrasi Bank.  - Istimewa
Ilustrasi Bank. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pengamat menilai tren suku bunga perbankan akan meningkat tahun ini, kendati bank sentral menyebut perbankan masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga. Berdasarkan data BI, rata-rata suku bunga kredit sampai dengan Februari 2022 berada di level 9,18 persen. 

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto melihat tren suku bunga pada 2022 akan meningkat. Menurutnya, hal ini seiring dengan kenaikan bunga acuan The Fed dan tekanan inflasi yang meningkat, baik di global maupun nasional. 

“Jadi penyesuaian suku bunga ke bawah [menurun] bagi perbankan sepertinya peluangnya kecil di tahun ini,” kata Eko kepada Bisnis, Rabu (30/3/2022). 

Di sisi lain, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menuturkan Bank Himbara sama seperti halnya bank-bank lain, yakni mengikuti penyesuaian suku bunga acuan dari BI.

Oleh sebab itu, Piter menyatakan saat ini dan ke depan, perbankan hanya menunggu keputusan bank sentral menaikkan suku bunga acuan. 

“Ketika BI menaikkan suku bunga acuan bank-bank, termasuk Bank Himbara akan menaikkan suku bunga deposito, diikuti kenaikan suku bunga kredit. Kalau menurunkan suku bunga sudah tidak mungkin lagi,” tutup Piter.

Sementara itu dalam Rapat Dewan Gubernur terakhir, Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50 persen. Bank Sentral telah menjaga BI7DRR pada level itu sejak 18 Februari 2021. 

Hal itu dilakukan guna menjaga perekonomian Indonesia dari dampak krisis akibat Covid-19 dan juga upaya pemulihan yang telah dilakukan sejak tahun lalu. Sebagai catatan, sejak pertama virus Corona tercatat di Indonesia, Bank Sentral telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin (bps). 

Bank Indonesia memandang peran perbankan dalam penyaluran kredit atau pembiayaan termasuk melalui penurunan suku bunga kredit dapat ditingkatkan guna semakin mendorong pemulihan ekonomi nasional. Regulator mencatat rata-rata suku bunga deposito telah turun 106 bps sejak Februari 2021. Di pasar kredit, suku bunga turun 30 bps pada periode yang sama. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit Suku Bunga
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top