Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OCBC NISP (NISP) Kucurkan Dividen Rp504 Miliar, Cum Date Pekan Depan

OCBC NISP menjadwalkan akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi pada 13 April 2022.
Petugas berbincang dengan nasabah di kantor cabang PT Bank OCBC NISP Tbk di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis/Dedi Gunawan
Petugas berbincang dengan nasabah di kantor cabang PT Bank OCBC NISP Tbk di Jakarta, Senin (20/4/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) sepakat membagikan dividen untuk tahun buku 2021 senilai Rp504 miliar atau Rp22 per saham kepada para investor.

OCBC NISP menjadwalkan akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividen) di pasar reguler dan negosiasi pada 13 April 2022, sedangkan di pasar tunai jatuh pada 18 April 2022.

Selanjutnya, perseroan menetapkan 14 April 2022 sebagai awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen (ex dividen) di pasar reguler dan negosiasi. Sementara itu, ex dividen di pasar tunai berlangsung pada 19 April 2022.

Adapun, tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen (recording date) jatuh pada 18 April 2022. Artinya, dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS perseroan pada tanggal 18 April 2022 pukul 16.00 WIB. Kemudian, perseroan menetapkan tanggal pembayaran dividen akan dilakukan pada 6 Mei 2022.

Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan dividen itu setara 20 persen dari laba bersih yang dibukukan perseroan sepanjang tahun lalu, yakni sebesar Rp2,51 triliun.

“Menyetujui penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2021 sebesar Rp2,51 triliun, sebanyak 20 persen atau Rp504,8 miliar ditetapkan sebagai dividen tunai,” ujarnya.

Parwati melanjutkan bahwa pembayaran dividen tunai untuk tahun buku 2021 bakal dibagikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan akan melakukan pemotongan pajak sesuai ketentuan.

Sementara itu, dari laba yang dibukukan perseroan sepanjang tahun lalu, sebanyak Rp100 juta akan disisihkan untuk cadangan umum. Dengan demikian, sisa laba bersih sebesar Rp2 triliun ditetapkan sebagai laba ditahan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper