Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TEZ Capital & Finance Besutan Bankir Senior Arwin Rasyid Bertahan saat Pandemi

Leasing bagian dari TEZ Capital Group besutan Arwin Rasyid ini mencatatkan laba bersih Rp38,99 miliar pada tutup buku 2021.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 03 Mei 2022  |  18:53 WIB
Arwin Rasyid - Istimewa.
Arwin Rasyid - Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan TEZ Capital dan Finance milik bankir berpengalaman, Arwin Rasyid tampak mampu menjaga kinerja laba-ruginya tak terlalu jatuh setelah terdampak pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan keuangan yang diterbitkan di Harian Bisnis Indonesia, dikutip Selasa (3/5/2022), leasing bagian dari TEZ Capital Group ini mencatatkan laba bersih Rp38,99 miliar pada tutup buku 2021.

Sebagai perbandingan, laba bersih TEZ Capital & Finance pada 2020 senilai Rp39,19 miliar, sementara sebelum pandemi alias periode 2019 mencapai Rp42,91 miliar.

Jumlah pendapatan TEZ Capital & Finance memang tampak anjlok dari Rp84,72 miliar pada 2020 menjadi hanya Rp68,04 miliar saja, namun total beban juga mampu ditekan dari Rp34,45 miliar menjadi Rp18,39 miliar saja, terutama akibat tren membaiknya komponen beban bunga dan kerugian penurunan nilai piutang pembiayaan.

Dari sisi aset, perusahaan pembiayaan yang memiliki ciri khas layanan modal kerja jangka pendek atau bridging financing ini mengalami penurunan drastis dari Rp410,78 miliar pada 2020 menjadi Rp257,09 miliar pada 2021.

Hal ini terutama akibat komponen piutang pembiayaan yang menipis dari Rp284,02 miliar ke Rp134,21 miliar. Namun, strategi menahan ekspansi ini terbilang wajar, menilik sama sekali tidak ada pinjaman yang diterima TEZ Capital & Finance sepanjang 2021.

Artinya, TEZ Capital & Finance bertahan menggelar bisnisnya hanya dari kas internal sepanjang 2021. Sebagai perbandingan, pada 2020 masih ada pinjaman dari pihak berelasi Rp99,1 miliar, sementara pada 2019 terdapat pinjaman pihak ketiga senilai Rp80,18 miliar dari perbankan dan penerbitan surat utang jangka menengah Rp140,19 miliar.

Sebagai informasi, TEZ Capital & Finance pertama kali mendapatkan izin beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada pertengahan 2016. Tepat selepas Arwin Rasyid lepas dari jabatan Direktur Utama Bank CIMB Niaga (2008-2015), setelah sebelumnya berkarir sebagai Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk (2005-2007).

Selain mengembangkan pembiayaan modal kerja untuk badan usaha, TEZ Capital & Finance juga memiliki produk pembiayaan investasi dan multi-purpose financing untuk kebutuhan spesifikasi mitra badan usaha.

Selain itu, sebagai bagian TEZ Group yang juga memiliki perusahaan modal ventura sekaligus pada profesional sektor keuangan berpengalaman di dalamnya, para mitra usaha juga berkesempatan mendapatkan akses terhadap penasihat finansial independen. Ini yang disebut TEZ Capital & Finance sebagai memberikan perspektif yang berbeda buat para klien.

Arwin sendiri sempat menjelaskan bahwa berdirinya TEZ Capital & Finance merupakan buah dari prinsip dan pemikirannya untuk menyentuh salah satu blue ocean di Indonesia, yaitu pelaku usaha yang tergolong belum bankable, padahal punya kebutuhan pinjaman modal kerja mendesak di kisaran Rp10-50 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance arwin rasyid leasing kinerja keuangan
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top