Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jadi Bank Syariah Terbesar di Indonesia, BSI (BRIS) Garap Pinjaman Padat Modal

Bank Syariah Indonesia (BRIS) mencatat telah menyalurkan pembiayaan wholesale atau sektor yang membutuhkan investasi besar hingga Rp49,6 triliun.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 30 Juni 2022  |  22:22 WIB
Jadi Bank Syariah Terbesar di Indonesia, BSI (BRIS) Garap Pinjaman Padat Modal
Karyawati Bank Syariah Indonesia melayani nasabah di KC Jakarta Hasanudin, Jakarta, Selasa (2/2/2021). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) bank terbesar ketujuh di Indonesia dan terbesar dalam kelompok syariah menyiapkan strategi penyaluran kredit sindikasi pada 2022 ini. Sektor yang disasar meliputi telekomunikasi, energi dan infrastruktur.

Corporate Secretary BSI Gunawan A. Hartoyo mengatakan pembiayaan sindikasi merupakan salah satu strategi BSI dalam meningkatkan pembiayaan wholesale. Hingga Maret 2022, BSI telah menyalurkan pembiayaan wholesale hingga Rp49,6 triliun.

“Pada akhir 2022 BSI menargetkan pertumbuhan pembiayaan wholesale double digit secara year-on-year (yoy)” kata Gunawan kepada Bisnis, Kamis (30/6).

Dia mengatakan untuk pembiayaan sindikasi, terdapat 7 pembiayaan dengan total penyaluran sebesar Rp32 Triliun dimana porsi BSI sebesar Rp4,4Triliun. Posisi pembiayaan sindikasi BSI terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan investasi di Indonesia pasca pandemi covid.

“Pada semester II/2022, BSI akan fokus pada beberapa sektor industri seperti infrastruktur, energi, agribisnis dan telekomunikasi terutama proyek-proyek KPBU sebagai wujud dukungan kepada program pemerintah,” kata Gunawan.

Sebelumnya, BSI memimpin pembiayaan sindikasi syariah senilai Rp1,34 triliun dalam proyek kerja sama Jalan Tol Semarang – Demak. Adapun total investasi ini tercatat mencapai Rp5,44 triliun.

Dalam kredit sindikasi ini, BSI berperan sebagai Joint Mandated Lead Arranger (JMLA) bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Porsi pembiayaan yang terbentuk mencapai Rp3,80 triliun terdiri atas porsi syariah sebesar Rp1,34 triliun dan konvensional Rp2,46 triliun. Pemberi fasilitas syariah adalah BSI, Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Pembangunan Daerah atau BPD Sumatera Utara, Bank Aceh, UUS Bank Jatim, Bank Riau Kepri Syariah, UUS Bank Jateng, dan UUS PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah perbankan BRIS Bank Syariah Indonesia
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top