Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Melesat 120 Persen, Laba Bersih Bank Victoria International (BVIC) Tembus Rp71 Miliar per Juni 2022

Laba bersih Bank Victoria melesat 119,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada semester I/2022 dari periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp32,34 miliar.
Laba bersih Bank Victoria (BVIC) melesat 119,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada semester I/2022 menjadi Rp71,11 miliar dari periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp32,34 miliar. /victoriabank.co.id
Laba bersih Bank Victoria (BVIC) melesat 119,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada semester I/2022 menjadi Rp71,11 miliar dari periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp32,34 miliar. /victoriabank.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Victoria International Tbk. (BVIC) dan entitas anak membukukan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasi sebesar Rp71,11 miliar hingga Juni 2022.

 

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia edisi Senin (18/7/2022), laba bersih Bank Victoria melesat 119,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp32,34 miliar.

 

Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pada pendapatan bunga yang menjadi sebesar Rp822,68 miliarArtinya, pendapatan bunga yang dimiliki Bank Victoria tumbuh 2,6 persen yoy dari sebelumnya tercatat Rp801,91 miliar.

 

Sementara itu, beban bunga menyusut 24 persen yoy, dari Rp641,64 miliar menjadi Rp489,09 miliar. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih melonjak 108 persen yoy menjadi Rp333,58 miliar dari semula Rp160,26 miliar.

 

Secara individual, emiten bersandi saham BVIC ini mencatat penyaluran kredit naik 9 persen yoy. Kredit yang diberikan naik dari Rp14,08 triliun menjadi Rp15,41 triliun pada posisi 30 Juni 2022.

 

Senada, total aset yang dimiliki Bank Victoria secara individual tumbuh 4,5 persen yoy, dari Rp22,89 triliun menjadi Rp23,93 triliun per Juni 2022.

 

Dari sisi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), Bank Victoria secara individual tercatat mengalami kenaikan, yakni sebesar 24 persen yoy, dari Rp4,3 triliun menjadi Rp5,35 triliun. Kenaikan DPK berasal dari dana murah (current account saving account/CASA) yang tumbuh 1,2 persen yoy, dari Rp17,85 triliun menjadi Rp18,06 triliun.

Selanjutnya, untuk modal inti (tier 
I) secara bank only, BVIC mengalami kenaikan sebesar 31 persen yoy. Tier I yang dimiliki Bank Victoria tumbuh dari Rp1,83 triliun menjadi Rp2,4 triliun per Juni 2022.

 

Dari sisi rasio keuangan, NPL Bank Victoria secara bank only tercatat menurun dan berada di level 4,11 persen (gross) dan 3,10 persen (net). Sedangkan, loan to deposit ratio (LDR) naik menjadi 85,29 persen dari semula 78,91 persen.

Untuk net interest margin (NIM) dan beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), Bank Victoria mencatatkan rasio masing-masing sebesar 
3,21 persen dan 86,15 persen pada posisi 30 Juni 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rika Anggraeni
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper