Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Amar (AMAR) Pastikan Tolaram Jadi Standby Buyer

“Kami percaya untuk pemenuhan modal inti Rp3 triliun pada akhir 2022 akan kami penuhi tahun ini.”
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 27 Juli 2022  |  18:42 WIB
Bank Amar (AMAR) Pastikan Tolaram Jadi Standby Buyer
Warga beraktivitas dengan latar logo PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Amar Indonesia Tbk. menyampaikan pemegang saham pengendali, Tolaram Group, akan menjadi standby buyer dalam aksi korporasi rights issue yang dilakukan perseroan. Saat ini proses rights sedang berjalan. Ketika sudah mendapat pernyataan efektif, Bank Amar akan segera melakukan keterbukaan informasi.

Untuk diketahui, standby buyer, adalah investor yang siap membeli saham baru yang tidak terjual. Standby buyer bisa berasal dari pemegang saham lama ataupun investor lain.

Adapuni Tolaram Group Inc memegang 66,29% persen saham Bank Amar. Sementara itu Investree Singapore Pte Ltd memiliki 10,91 persen dan publik memiliki 22,9 persen saham Bank Amar. Investree dikabarkan akan memiliki 18,4 persen saham Bank Amar. Tambahan 7,5 persen lagi, kata David, sedang dalam proses.

“Proses Rights issue sedang berjalan dan komitmen dari investor kami terutama pemegang saham pengendali yaitu Tolaram Group, mereka berkomitmen untuk menjadi standby buyer atas proses rights issue ini,” kata Executive Vice President Finance Amar Bank David Wirawan dalam konferensi virtual, Rabu (27/7/2022).

David menjelaskan proses rights issue senilai Rp1 triliun masih berjalan. Perusahaan masih menunggu pernyataan efektif. Proses rights issue masih berjalan sesuai dengan jalurnya.

“Kami percaya untuk pemenuhan modal inti Rp3 triliun pada akhir 2022 akan kami penuhi tahun ini,” kata David.

David menjelaskan selain untuk permodalan, dana rights issue akan digunakan untuk penyaluran kredit ke ritel, UMKM, dan korporasi.

Hingga semester I/2022 perseroan telah menyalurkan kredit sebesar Rp2,35 triliun, tumbuh 33,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu total simpanan sebesar Rp1,92 triliun, turun 29,3 persen yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tolaram Bank Amar amar bank
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top