Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank BTPN Jaga Kualitas Kredit, Rasio NPL di Level 1,35 Persen

Rasio NPL BTPN relatif rendah dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 2,86 persen pada akhir Juni 2022.
Bank BTPN. /Antara
Bank BTPN. /Antara

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) menyampaikan pihaknya mampu menjaga kualitas kredit, yang tercermin dari rasio gross kredit macet atau non-performing loan (NPL) yang berada di level 1,35 persen. 

Plt Direktur Utama Bank BTPN Kaoru Furuya mengungkapkan rasio NPL tersebut menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 1,46 persen. Adapun, Kaoru menyatakan rasio tersebut masih relatif rendah dibanding rata-rata industri yang tercatat sebesar 3,04 persen pada akhir Mei 2022.

Kaoru menyampaikan permintaan kredit bertumbuh sejalan dengan momentum pemulihan ekonomi, hal ini terlihat dari segmen korporasi yang meningkat sebesar 22 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). 

Hingga Juni 2022, BTPN dan entitas anak entitas anak menyalurkan kredit dengan pertumbuhan sebesar 10 persen yoy dari semula Rp135,56 triliun menjadi Rp149,25 triliun. 

Secara terperinci, kredit secara konsolidasi Bank BTPN naik 10 persen yoy dari Rp125,52 triliun menjadi Rp138,1 triliun. Sementara itu, kredit syariah juga tumbuh 11 persen yoy menjadi Rp11,14 triliun dari sebelumnya tercatat Rp10,04 triliun. 

Dari sana, Bank BTPN mencatat pertumbuhan aset sebesar 11 persen yoy dari Rp175,93 triliun menjadi Rp195,47 triliun hingga kuartal II/2022. 

“Bank BTPN berhasil menunjukkan kinerja baik sepanjang semester I tahun ini. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi kami yang senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit sekaligus memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi nasional,” kata Kaoru, Selasa (2/8/2022). 

Kemudian dari sisi liabilitas, Bank BTPN juga mengoptimalkan jumlah dana pihak ketiga (DPK) melalui penyesuaian dengan kebutuhan pendanaan kredit dan kebutuhan likuiditas bank, sehingga DPK yang dimiliki Bank BTPN tercatat meningkat sebesar 7 persen yoy dari Rp96,64 triliun menjadi Rp103,17 triliun pada akhir Juni 2022. 

Kaoru menjelaskan pertumbuhan DPK Bank BTPN disebabkan oleh meningkatnya saldo dana murah (current account saving account/CASA) berupa giro dan tabungan sebesar 38 persen yoy dari Rp28,28 triliun menjadi Rp38,93 triliun.

Dengan demikian, rasio CASA meningkat dari 29,3 persen menjadi 37,7 persen. Di sisi lain, time deposit mengalami turun 6 persen yoy menjadi Rp64,24 triliun. 

“Upaya menghimpun dana pihak ketiga dilakukan sejalan dengan upaya menekan biaya dana seiring dengan suku bunga acuan Bank Indonesia yang masih rendah, cost of fund [rupiah] turun dari 3,6 persen menjadi 2,9 persen,” ungkapnya 

Lebih lanjut, laba bersih setelah pajak Bank BTPN (konsolidasi) yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk per akhir triwulan II/2022 tercatat di angka Rp1.675 miliar, naik 2 persen yoy dari Rp1.641 miliar. 

Pertumbuhan laba perseroan disebabkan oleh penurunan beban bunga sebesar 9 persen yoy serta peningkatan pendapatan operasional lainnya sebesar 5 persen yoy. Sementara itu, biaya operasional meningkat 2 persen yoy dari Rp3,44 triliun ke Rp3,50 triliun. 

“Bank BTPN terus memantau kualitas kredit nasabah, mengelola restrukturisasi kredit, dan menjaga kecukupan pencadangan biaya kredit, tercatat penambahan biaya kredit sebesar 6 persen menjadi Rp740 miliar,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Rika Anggraeni
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper