Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tak Lagi Rugi, Bank JTrust Indonesia (BCIC) Raup Laba Bersih Rp15,72 Miliar pada Semester I/2022

PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) berbalik untung dengan meraup laba bersih sebesar Rp15,72 miliar pada akhir Juni 2022.
Karyawati melayani nasabah di salah satu kantor cabang Bank JTrust di Jakarta, Selasa (25/1/2022). /Bisnis-Arief Hermawan P
Karyawati melayani nasabah di salah satu kantor cabang Bank JTrust di Jakarta, Selasa (25/1/2022). /Bisnis-Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank JTrust Indonesia Tbk. (BCIC) mencetak laba bersih sebesar Rp15,72 miliar pada akhir Juni 2022. Kondisi ini membaik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan rugi bersih Rp295,53 miliar. 

Direktur Utama Bank JTrust Indonesia Ritsuo Fukadai menjelaskan membaiknya kinerja perseroan terutama didorong oleh pertumbuhan kredit bruto sebesar 52,57 persen menjadi Rp15,28 triliun serta pertumbuhan simpanan nasabah sebesar 26,57 persen menjadi Rp20,18 triliun pada posisi bulan Juni 2022 dibandingkan Desember 2021. 

“Peningkatan kinerja bank tersebut terjadi seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian nasional,” ujar Ritsuo dalam keterangan tertulis, Senin (15/8/2022). 

Selain itu, perseroan juga melakukan ekspansi kredit secara selektif yang mengedepankan prinsip kehati-hatian dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), terutama dana murah (current account saving account/CASA) berupa giro dan tabungan. Hal ini mendorong peningkatan pendapatan bunga sebesar 52,22 persen menjadi Rp723,66 miliar serta penurunan beban bunga sebesar 3,29 persen menjadi Rp450,03 miliar. 

Adapun, Ritsuo menyampaikan posisi permodalan BCIC posisi Juni 2022 tetap kuat, di mana modal inti perseroan tercatat sebesar Rp2,15 triliun. 

Lalu, rasio kewajiban penyediaan modal minimum bank tercatat sebesar 12,18 persen, sedangkan rasio kecukupan likuiditas bank tercatat sebesar 144,01 persen. 

Emiten bersandi saham BCIC itu terus menggalang kerja sama dengan para pelaku usaha dengan reputasi yang baik di beberapa sektor yang dinilai prospektif seperti properti, supplier alat berat, multi-finance dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). 

Sejalan dengan hal tersebut, di tahun ini, JTrust Bank terus memfokuskan penyaluran kredit melalui segmen corporate banking, commercial & small medium enterprise, dan business linkage, di mana saat ini menjadi andalan kenaikan aset kredit BCIC. 

“Dengan kondisi fundamental yang kuat, hal ini akan mendukung bank dalam menghadapi ketidakpastian serta memanfaatkan peluang pertumbuhan bisnis untuk terus meningkatkan kinerja yang semakin baik ke depannya,” ungkapnya. 

Ritsuo menyatakan meskipun terdapat berbagai tantangan dan ketidakpastian, dengan prospek ekonomi yang lebih baik tahun ini dibandingkan dengan tahun sebelumnya, BCIC optimistis dapat mencapai target dan tumbuh secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. 

“Kami tidak akan dapat mencapai semua hal ini tanpa dukungan dari seluruh nasabah,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Rika Anggraeni
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper