Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Likuiditas Terjaga, BCA (BBCA) Belum Berencana Naikkan Bunga Deposito dan Kredit

Bank BCA belum berencana menaikkan suku bunga pinjaman dan suku bunga simpanan dalam waktu dekat, meski Bank Indonesia baru saja menaikkan suku bunga acuan.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja memberikan keterangan saat Paparan Kinerja Keuangan BCA Semester I 2022 di Jakarta, Rabu (27/7/2022). Bisnis
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja memberikan keterangan saat Paparan Kinerja Keuangan BCA Semester I 2022 di Jakarta, Rabu (27/7/2022). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) belum akan menaikkan bunga simpanan berjangka atau deposito dan pinjaman dalam waktu dekat kendati bank sentral telah menaikkan suku bunga acuan. 

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan saat ini perusahaan memiliki likuiditas yang baik. BCA belum akan menaikkan suku bunga berjangka. 

BCA juga belum berencana menaikkan suku bunga kredit kecuali untuk jibor. Jika jibor naik, maka secara otomatis jibor BCA juga akan naik.  

“[Bunga] Kredit juga belum naik,” kata Jahja kepada Bisnis, Rabu (24/8). 

Sekadar informasi, dilansir dari lama resmi BCA, suku bunga dasar kredit (sbdk) di BCA pada September 2021 untuk korporasi sebesar 7,95% per tahun dan SBDK ritel sebesar 8,20% per tahun. Sementara itu untuk kredit konsumsi KPR sebesar 7,20% per tahun dan 5,96% per tahun untuk non KPR. 

Pada semester I/2022, BCA dan entitas anak berhasil membukukan laba bersih laba bersih sebesar Rp18 triliun atau tumbuh 24,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut didorong pada pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) selama semester I/2022, yakni naik 5,3 persen yoy menjadi Rp29,8 triliun.

Pendapatan selain bunga tumbuh 8,9 persen yoy menjadi Rp11,1 triliun, ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 15,0 persen yoy. Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp40,9 triliun atau naik 6,3 persen yoy. Adapun, peningkatan total kredit sebesar 13,8 persen yoy, didukung oleh kenaikan berbagai aktivitas bisnis sejalan dengan pelonggaran pembatasan mobilitas. 

Total kredit di kuartal II/2022 meningkat Rp38,2 triliun dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi rekor pertumbuhan kredit tertinggi secara kuartalan (QoQ). Di sisi pendanaan, CASA naik 17,3 persen  YoY mencapai Rp817,8 triliun per Juni 2022, berkontribusi hingga 81 persen dari total dana pihak ketiga. 

“Pertumbuhan CASA menjadi penopang utama pencapaian dana pihak ketiga, untuk pertama kali, menyentuh milestone Rp1.000 triliun,” kata Jahja.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Rapat Dewan Gubernur bulan ini. Kenaikan suku bunga acuan tersebut merupakan yang pertama kalinya setelah 17 bulan beruntun dipertahankan pada level 3,5 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper