Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Minta Restu Rights Issue, BSI (BRIS) Gelar RUPSLB Pekan Depan

BSI akan menambah modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I sebanyak-banyaknya 6 miliar saham.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 18 September 2022  |  13:22 WIB
Minta Restu Rights Issue, BSI (BRIS) Gelar RUPSLB Pekan Depan
Karyawati Bank Syariah Indonesia melayani nasabah di KC Jakarta Hasanudin, Jakarta, Selasa (2/2/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI (BRIS) akan meminta persetujuan aksi penambahan modal melalui mekanisme rights issue dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada pekan depan, atau 23 September 2022.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, bank syariah terbesar di Indonesia ini bersiap melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I sebanyak-banyaknya 6 miliar saham.

Emiten bersandi saham BRIS tersebut mematok nilai nominal saham baru yang bakal diterbitkan sebesar Rp500 per saham, sementara harga pelaksanaan diumumkan kemudian.

Merujuk Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK), jangka waktu antara tanggal persetujuan RUPSLB hingga efektifnya pernyataan pendaftaran tidak lebih dari 12 bulan. Oleh karena itu, perseroan berharap rights issue dapat dilaksanakan pada kuartal IV/2022.

Melalui aksi korporasi ini, rasio kecukupan modal perseroan diperkirakan semakin tangguh. Pada saat bersamaan penguatan modal juga diharapkan memberi dampak positif terhadap kinerja pembiayaan BRIS.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menuturkan rights issue tersebut diharapkan mampu meningkatkan ekuitas perseroan, sehingga rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) dapat mencapai di atas 20 persen hingga akhir 2025.

Cahyo juga mengatakan suntikan modal ini juga akan mendukung ekspansi pertumbuhan BSI, baik secara organik maupun anorganik. Hingga 2025, BSI memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan dengan compound annual growth rate (CAGR) berada di atas 15 persen.

Dia menyampaikan seluruh dana yang diterima dari rights issue, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi saham baru, akan digunakan untuk penyaluran pembiayaan guna mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.

“Dengan rencana rights issue ini, BSI akan memiliki kecukupan modal yang baik dengan CAR dapat tetap terjaga di kisaran 20 persen dan penambahan probability yang optimal bagi pemegang saham dengan proyeksi dan return on equity [ROE] di atas 20 persen dalam waktu menengah hingga jangka panjang,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan rights issue BRIS bertujuan memenuhi aturan free float atau saham publik dan ekspansi bisnis perseroan. Sebagaimana diketahui, batas minimal saham publik yang beredar adalah 7,5 persen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Syariah Indonesia rights issue bank syariah
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top