Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Survei DBS-Manulife Soal Asuransi, 61 Persen Ungkap Keinginan Memiliki

Berdasarkan DBS-Manulife Future Ready Survey 2022, sebanyak 61 persen responden ingin memiliki asuransi untuk melindungi mereka di hari tua.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 18 Oktober 2022  |  21:56 WIB
Survei DBS-Manulife Soal Asuransi,  61 Persen Ungkap Keinginan Memiliki
Warga melintas didekat logo perusahaan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia di Jakarta, Senin (11/5/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Survei yang dilakukan DBS Treasures dan PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) menunjukkan masyarakat Indonesia memiliki aspirasi yang kuat untuk membeli asuransi agar melindungi masa depan, namun banyak yang belum membuat keputusan untuk membelinya.

Dalam survei bertajuk DBS-Manulife Future Ready Survey 2022 itu tercatat 61 persen responden ingin memiliki asuransi untuk melindungi mereka di hari tua. Meski demikian, banyak responden yang belum mengambil langkah persiapan sedari dini.

Head of Investment and Insurance Product Bank DBS Indonesia Djoko Soelistyo mengatakan apabila dibedah, survei tersebut menunjukkan bahwa dalam hal perlindungan kesehatan, sebanyak 63 persen responden mengkhawatirkan peningkatan biaya medis dalam 30 tahun mendatang, namun hanya 37 persen yang sudah memiliki asuransi.

“Bahkan untuk penyakit kritis yang dapat menghambat atau menghentikan pekerjaan penderitanya, 72 persen justru mengharapkan pasangan untuk mengurus mereka secara finansial jika mereka tidak dapat bekerja,” ungkap Djoko dalam keterangan tertulis, Selasa (18/10/2022).

Selanjutnya, pada kategori biaya pendidikan, sebanyak 75 persen responden memiliki aspirasi mempersiapkan dana pendidikan. Sementara itu, 67 persen di antaranya yang merasa sudah mempersiapkan dana yang cukup. 

Lalu, sebanyak 75 persen responden ingin mempersiapkan dana pensiun yang dibutuhkan. Namun, hanya 34 persen yang memiliki asuransi dengan annuity plan atau manfaat tunai tahunan (pembayaran tunai setiap tahun selama periode tertentu) yang dapat menjadi salah satu rencana pensiun.

Kemudian, 78 persen responden merupakan orang tua yang berencana meninggalkan peninggalan berharga, namun baru 64 persen di antaranya yang sudah memiliki asuransi jiwa sebagai bagian dari legacy plan.

“Berdasarkan survei DBS-Manulife Future Ready Survey 2022, sangatlah jelas terlihat keinginan yang kuat untuk memiliki proteksi yang lebih baik. Namun, ada kesenjangan dalam perilaku atas keinginan tersebut,” jelas Chief Bancassurance Officer Manulife Indonesia Amy Gochuico.

Amy menekankan bahwa pihaknya ingin membantu memudahkan keputusan nasabah untuk kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, melalui kerja sama dengan Bank DBS Indonesia, Manulife Indonesia senantiasa berinovasi dalam memberikan solusi asuransi untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

Solusi tersebut diwujudkan dengan berbagai lini produk bancassurance, mulai dari asuransi jiwa dwigunar, asuransi jiwa murni, asuransi jiwa dengan investasi asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manulife indonesia dbs asuransi jiwa asuransi umum
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top