Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

September 2022, FIF Group Raup Pembiayaan Rp26 Triliun

Pemulihan produksi sepeda motor Honda turut mendorong pertumbuhan pertumbuhan pembiayaan FIF Group.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 20 Oktober 2022  |  20:38 WIB
September 2022, FIF Group Raup Pembiayaan Rp26 Triliun
Pekerja beraktifitas di dekat logo FIF Group, Jakarta, Sabtu (29/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pembiayaan bagian Grup Astra, PT Federal International Finance (FIF Group) mencetak pertumbuhan kinerja pembiayaan 5 persen (year-on-year/yoy) per September 2022. Pertumbuhan ini di tengah fenomena kelangkaan stok sepeda motor yang dialami industri. 

Direktur Keuangan FIF Group Hugeng Gozali mengungkap sepeda motor baru merupakan lini bisnis utama dengan kontribusi terbesar, kelangkaan yang sempat terjadi disikapi perusahaan dengan meningkatkan bisnis pembiayaan lain. 

"Saat ini FIF Group sudah hampir menyentuh Rp26 triliun untuk keseluruhan produk, ada motor baru, motor bekas, elektronik, dan lain-lain. Masih ada pertumbuhan sekitar 5 persen ketimbang periode sama tahun lalu, dan harapannya bisa bertahan sampai akhir tahun nanti," ujarnya kepada Bisnis, Kamis (20/10/2022). 

Sebagai gambaran, sepeda motor baru merek Honda selalu berkontribusi di atas 66 persen dari total pembiayaan FIF Group. Misalnya, pada kinerja sepanjang tahun lalu, nilainya Rp21,2 triliun dari total pembiayaan mencapai Rp31,83 triliun. 

"Beruntung, produksi dari Honda pada Agustus dan September lalu sudah mulai pulih. Pembiayaan FIF Group pun mulai lancar lagi. Jadi walaupun nilai pembiayaan sepeda motor baru kami masih ketinggalan 2 persen-an ketimbang September tahun lalu, harapannya akhir tahun nanti paling tidak bisa setara," tambahnya. 

Sampai akhir tahun nanti, FIF Group masih optimistis penjualan sepeda motor baru melejit, kendati muncul beragam tantangan baru seperti lonjakan inflasi akibat kenaikan harga BBM, dan peluang terus naiknya suku bunga acuan. 

Pasalnya, Hugeng melihat masih ada sentimen positif dari sisi pulihnya kondisi ekonomi masyarakat akar rumput, terutama mereka yang menggantungkan mobilitas utamanya pada kendaraan roda dua, dan sebelumnya terpaksa melego motornya untuk bertahan hidup di era pandemi Covid-19. 

"Mayoritas keluarga di Indonesia itu kendaraan utamanya dari sepeda motor. Jadi kalau dari sisi permintaan, kami masih optimistis. Tantangan buat FIF Group lebih kepada margin di era kenaikan suku bunga. Tapi saat ini kami memutuskan belum akan menaikkan pengenaan bunga ke debitur baru," tutupnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

leasing fif group
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top