Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ancaman Resesi, Simpanan Nasabah Tajir kian Melintir di Brankas Bank

Di tengah ancaman resesi global simpanan nasabah tajir kian mertambah di brankas perbankan. Apakah ini sikap mengambil aman atau fenomena sesaat?
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 03 November 2022  |  12:41 WIB
Ancaman Resesi, Simpanan Nasabah Tajir kian Melintir di Brankas Bank
Karyawati beraktivitas di kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) di Jakarta, Senin (9/5/2022). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA –  Simpanan nasabah berkantong tebal di brankas perbankan kian menebal. Jumlah tabungan dengan nominal di atas Rp5 miliar tercatat meningkat sepanjang September 2022 di tengah hantu resesi ekonomi global.

Kondisi itu kontras dengan simpanan nominal di bawahnya yang mengalami perlambatan pertumbuhan.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan nasabah tajir dengan tingkat nominal di atas Rp5 miliar mencapai Rp4.017 triliun hingga kuartal III/2022. Jumlah ini naik 1,1 persen secara bulanan dan 9,6 persen secara tahunan.

Capaian tersebut membuat jumlah simpanan nasabah tajir menjadi kontributor tertinggi dari semua jenis nominal tabungan dengan pangsa sebesar 52,1 persen dari total seluruh simpanan.

“Nominal simpanan terbesar terdapat pada tiering simpanan ˃Rp5 miliar yang mencakup 52,1 persen total simpanan. Kenaikan nominal simpanan terbesar terdapat pada tiering simpanan lebih dari Rp5 Miliar sebesar 1,1 persen MoM [month to month],” tulis laporan LPS dikutip pada Kamis (3/11/2022).

Di tengah kenaikan simpanan nasabah super tajir, jenis nominal simpanan lain tercatat mengalami pelemahan secara bulanan meski terpantau tidak terlalu signifikan.

Simpanan dengan nominal Rp500 juta hingga Rp1 miliar, misalnya, mengalami penurunan tertinggi yakni 1 persen secara bulanan. Begitu pula dengan simpanan Rp200 juta – Rp500 juta yang juga terkontraksi 0,7 persen pada periode yang sama.

Adapun tabungan bernominal Rp1 miliar – Rp2 miliar dan Rp2 miliar – Rp5 miliar juga mencatatkan penurunan masing-masing sebesar 0,5 persen dan 0,1 persen secara bulanan.

Tercatat hanya simpanan dengan tiering kurang atau sama dengan Rp100 juta yang masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 0,5 persen secara bulanan. Total jumlah tabungan di tingkat ini mencapai Rp975 triliun atau kontributor tertinggi kedua dengan pangsa 12,6 persen.

LPS mencatat total nominal simpanan di bank umum per September 2022 sebesar Rp7.708 triliun, meningkat 0,43 persen secara bulanan dan 6,7 persen secara tahunan. Adapun jumlah rekening mencapai 494,711 juta atau turun 0,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Berikut rincian simpanan tabungan yang dicatat LPS per September 2022:

Tiering NominalJumlah (dalam Rp triliun)Bulanan (%)Tahunan (%)
N ≤ 100 juta9750,53,4
100 juta < N ≤ 200 juta410-0,35,5
200 juta < N ≤ 500 juta647-0,74,6
500 juta < N ≤ 1 miliar550-13
1 miliar < N ≤ 2 miliar481-0,52,4
2 miliar < N ≤ 5 miliar628-0,13,5
N > 5 miliar4.0171,19,6
Total77080,46,7

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

simpanan perbankan nasabah kaya perbankan
Editor : Hendri T. Asworo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top