Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Di Tengah Masifnya Digitalisasi Pembayaran, Kartu ATM Masih Dibutuhkan

Pertumbuhan transaksi menggunakan kartu debit ATM tumbuh ditopang oleh kebutuhan tarik tunai masyarakat.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 15 November 2022  |  07:40 WIB
Di Tengah Masifnya Digitalisasi Pembayaran, Kartu ATM Masih Dibutuhkan
Ilustrasi nasabah menggunakan kartu debit di mesin ATM - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah banjirnya pilihan bertransaksi tanpa kartu, volume transaksi kartu debit ATM periode Januari hingga Agustus 2022 tercatat masih bergerak naik 4,28 persen secara tahunan (yoy) menjadi 4,97 miliar kali transaksi.

Mengacu pada data yang dibagikan Bank Indonesia (BI) dalam Statistik Sistem Pembayaran dan Infrastruktur Pasar Keuangan (SPIP), nilai transaksi juga tercatat naik 4,88 persen yoy menjadi Rp5,26 triliun dari Rp5,02 triliun.

Sementsra itu jumlah kartu ATM dan Debit yang tersebar hingga Agustus 2022 sebanyak 242,47 juta unit.

Adapun tarik tunai menjadi kebutuhan terbesar masyarakat dalam menggunakan kartu debit. Transaksi ini mencapai 3,09 miliar, tumbuh 13 persen yoy.

Lalu disusul oleh transaksi belanja yang mencapai 805,8 juta kali, naik 62,9 persen yoy.

Pada periode yang sama transfer menggunakan kartu debit turun tajam. Kirim uang sesama bank anjlok 38,9 persen yoy dan antarbank turun 6,3 persen yoy.

Asisten Gubernur dan Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta menilai kartu debit masih akan menjadi satu kebutuhan masyakarat, meski opsi transaksi elektronik sudah banyak. 

Dia menggambarkan seluruh metode pembayaran yang ada saat ini sifatnya saling melengkapi. "Kartu juga bisa jadi nanti tidak lagi fisik. Semua sudah di sini [ponsel pintar]," katanya di sela 4th Indonesian Fintech Summit 2022 pekan lalu.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti menyampaikan BI tengah fokus mendorong digitalisasi sistem pembayaran untuk mendukung ekonomi keuangan digital. Salah satunya melalui Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025.

“Blueprint tersebut memperkenalkan QRIS sejak 2019 untuk meningkatkan akses pembayaran kepada UMKM," jelas Destry dalam keterangan tertulis dikutip pada Senin (14/11/2022).

Sejalan dengan hal tersebut, Destry menyampaikan bahwa perluasan penggunaan QRIS masih akan gencar digaungkan. Salah satunya, penandatanganan MOU dengan 4 negara ASEAN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartu debit perbankan sistem pembayaran Bank Indonesia
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top