Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bank Oke (DNAR) Rencanakan Pertumbuhan Saham Free Float 4,1 Persen

Bank Oke rencanakan pertumbuhan saham masyarakat sebesar 4,1 persen
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 17 November 2022  |  23:59 WIB
Bank Oke (DNAR) Rencanakan Pertumbuhan Saham Free Float 4,1 Persen
Pekerja melakukan perawatan gedung di dekat logo Bank Oke Indonesia di Jakarta, Jumat (12/11/2021). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) sampaikan rencana perubahan struktur pemegang saham dalam rangka memenuhi ketentuan V Peraturan Bursa No.1-A terkait Free Float.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Kamis (17/11/2022), diketahui DNAR akan menambah 4,1 persen saham masyarakat.

"Perseroan dan PSP [pemegang saham pengendali] akan berupaya memenuhi ketentuan free float, termasuk melakukan
upaya pengalihan saham milik PSP untuk meningkatkan kepemilikan saham masyarakat" tulis manajemen pada keterbukaan informasi dikutip pada Selasa (17/11/2022).

Agar tetap tercatat pada laman Bursa, jumlah saham free float paling sedikit yang harus dimiliki perseroan yakni 50 juta saham atau sekitar 7,5 persen dari jumlah saham tercatat.

Bila dirinci, kepemilikan saham masyarakat Bank Oke saat ini tercatat sebanyak 978,71 juta saham atau 5,4 persen.

Adapun, rencana penambahan saham masyarakat akan tumbuh menjadi 9,84 persen atau sebanyak 1,67 miliar saham.

Dalam laporannya, pengalihan saham milik pemegang saham pengendali (PSP) akan diselenggarakan di sepanjang tahun 2023.

Pada kesempatan yang sama, Bank Oke menegaskan bahwa aksi korporasi tersebut bukan dalam rangka memenuhi modal inti minimum sebagaimana diwajibkan dalam POJK 12/2020.

Lebih lanjut, DNAR telah memenuhi ketentuan pemenuhan kewajiban modal inti minimum pada awal November 2022 lalu.

Pada tanggal 2 November 2022 Perseroan telah menerima dana setoran modal hasil dari Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV kepada para Pemegang Saham dalam rangka Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebesar Rp499.427.217.710 dan saat ini Perseroan sedang mengajukan permohonan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa setoran modal yang berasal dari hasil pelaksaaan PUT IV untuk dapat dicatat sebagai tambahan modal disetor," pungkas manajemen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

DNAR bursa efek indonesia hmetd otoritas jasa keuangan
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top