Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Apa Itu Saving Plan dan Tips Memilih yang Aman

Mengenal lebih jauh investasi saving plan dan tips memilihnya agar tidak merugi.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 05 Desember 2022  |  19:47 WIB
Apa Itu Saving Plan dan Tips Memilih yang Aman
Ilustrasi saving plan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Saving plan kini tengah jadi sorotan publik, usai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan akan mengkaji ulang (review) produk saving plan yang dimiliki oleh industri asuransi.

Hal tersebut dilakukan guna menghindari kerugian nasabah akibat perusahaan yang berpotensi melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab.

Pasalnya, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono menilai produk ini menjanjikan return (hasil) yang sangat tinggi dan bisa memberikan dampak beragam. 

Lantas, apa itu sebenarnya saving plan? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

Saving plan merupakan produk asuransi tradisional, di mana dalam produk itu, nasabah tidak dapat menentukan profi risikonya atau di instrumen apa dananya diinvestasikan. Nasabah akan membayar premi sekaligus di awal dan akan mendapatkan imbal hasil sesuai besaran yang disepakati di akhir periode polis.

Mengutip dari Bisnis, produk tersebut sebenarnya tidak memiliki masalah. Bahkan, produk ini sudah ada sejak 1998 di Indonesia dan ada di negara-negara lainnya, dan ini punya legalitas dari pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Berdasarkan Life Future Generali, berikut adalah beberapa fitur saving plan yang perlu diperhatikan:

Entry Age and Tenure

Paket tabungan biasanya menawarkan kelompok usia masuk yang lebih luas bersama dengan jangka waktu polis atau jangka waktu investasi yang fleksibel. Usia masuk menentukan selera risiko pemegang polis dan rencana tabungan disesuaikan dengan profil risiko pemegang polis. 

Kaum muda berusia 20-an dan 30-an akan bersedia mengambil risiko lebih tinggi untuk pengembalian yang menguntungkan dan rencana tabungan seperti rencana asuransi unit link (ULIP) paling cocok untuk selera risiko mereka yang lebih tinggi. 

Di sisi lain, rencana investasi tabungan seperti rencana uang kembali atau rencana dana abadi lebih cocok untuk investor yang menghindari risiko yang lebih memilih untuk menyimpan uang mereka dengan aman meskipun menghasilkan pengembalian yang rendah. Tenor investasi jangka menengah hingga panjang dari rencana tabungan juga memungkinkan akumulasi korpus yang signifikan selama jangka waktu polis.

Life Cover and Riders

Rencana tabungan seperti ULIP menawarkan manfaat ganda dari perlindungan asuransi jiwa dan pengembalian tabungan yang terhubung dengan pasar, menjadikannya pilihan investasi tabungan yang lebih disukai. 

Tabungan ULIP juga menyediakan tambahan asuransi tertentu yang dapat meningkatkan perlindungan finansial pemegang polis dan keluarganya terhadap kematian akibat kecelakaan, cacat atau penyakit kritis.

Opsi Investasi

Rencana tabungan memfasilitasi berbagai opsi dalam hal investasi dalam instrumen keuangan mulai dari ekuitas yang melibatkan risiko cukup tinggi hingga instrumen tradisional dan lebih aman seperti sekuritas bunga tetap seperti sekuritas pemerintah, obligasi korporasi, dan instrumen pasar uang.

Biaya

Rencana tabungan datang dengan sekumpulan biaya tambahan dan mengetahui tentang biaya tambahan ini dan biaya yang melekat pada tindakan tertentu sangat penting saat memilih rencana tabungan.

Biaya tambahan berupa biaya administrasi, biaya pengelolaan dana, biaya pengalihan, biaya kematian, biaya alokasi premi, biaya penarikan sebagian, biaya penghentian dan biaya lain-lain.

Sementara biaya yang melekat pada rencana tabungan ini tidak dapat dihindari dalam keadaan tertentu, rencana tabungan terbaik akan memiliki biaya minimum dan memberikan fleksibilitas dalam hal penarikan tunai, penerimaan bonus dan jangka waktu polis.

Tips Memilih Produk Saving Plan

Maka dari itu konsumen harus mengenal dan memahami seluk beluk perusahaan tersebut dan ketahui produk yang ditawarkan. Karena secara teori semakin tinggi imbal hasil yang ditawarkan, risiko yang melekat pada produk akan semakin besar.

Indikasi utama yang harus di perhatikan, jangan mudah tergiur dengan janji bunga investasi yang tinggi.

Produk saving plan ditawarkan ke nasabah prioritas perbankan dengan nilai polis yang relatif besar. Besaran bunga atau imbal hasil tergantung premi.

Jika nasabah telah mengetahui tujuan mengambil produk adalah untuk membeli perlindungan, nasabah bisa langsung membeli produk asuransi tanpa perlu menggabungkan dengan investasi.

Selanjutnya, dalam memilih produk tersebut perlu memperhatikan reputasi dan kredibilitas dari perusahaan asuransi dan bank mitra. Pasalnya, perusahaanlah yang akan membayarkan klaim dan imbal hasil kepada pemegang polis. Sehingga kita perlu pelajari juga siapa perusahaan asuransinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saving plan unit linked OJK asuransi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top