Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mirip Jiwasraya, AAJI Ungkap Ada 22 Perusahaan Asuransi Jual Saving Plan

Produk saving plan bukan merupakan produk khusus di Jiwasraya. Produk itu pun turut dijual oleh perusahaan-perusahaan asuransi jiwa lainnya, juga dapat turut ditemukan di luar negeri.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 28 April 2021  |  16:10 WIB
Karyawan berkomunikasi didekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Selasa (15/1/2020). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawan berkomunikasi didekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, Selasa (15/1/2020). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia atau AAJI menyatakan bahwa terdapat 22 perusahaan asuransi yang menjual produk saving plan. Namun, asosiasi meyakinkan bahwa tidak semua bernasib seperti PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan bahwa produk saving plan bukan merupakan produk khusus di Jiwasraya. Produk itu pun turut dijual oleh perusahaan-perusahaan asuransi jiwa lainnya, juga dapat turut ditemukan di luar negeri.

"Apa yang selama ini dijual Jiwasraya, dijual juga oleh perusahaan asuransi lain. Berdasarkan riset AAJI, ada 22 perusahaan asuransi jiwa yang menjual produk mirip Jiwasraya itu," ujar Budi dalam diskusi Menuntaskan Restrukturisasi Polis Jiwasraya, Selasa (28/4/2021).

Jumlah itu mencakup sekitar satu per tiga dari total anggota AAJI, yakni 60 perusahaan asuransi jiwa. Hal tersebut, menurut Budi, menunjukkan bahwa pada dasarnya saving plan bukan merupakan produk yang bermasalah.

Budi menjelaskan bahwa dalam kasus Jiwasraya, masalah ada dalam pengelolaan dana atau desain produknya sejak awal yang terlalu agresif. Namun, hal tersebut tidak terjadi di perusahaan-perusahaan lainnya.

"Mungkin sangat sedikit yang mengalami masalah dari saving plan. [Perusahaan asuransi jiwa] yang lain mengelolanya cukup berhati-hati," ujar Budi.

Dia pun menegaskan bahwa tidak ada yang salah dari produk saving plan. Namun, kasus yang terjadi di Jiwasraya menjadi pelajaran penting bagi perusahaan-perusahaan asuransi jiwa untuk meningkatkan tata kelola bisnis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

aaji asuransi jiwa Jiwasraya saving plan
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top