Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kredit Belum Ditarik di BCA (BBCA) hingga CIMB Niaga (BNGA) Masih Tinggi

BCA (BBCA), CIMB Niaga (BNGA), hingga Bank Oke (DNAR) melaporkan pertumbuhan undisbursed loan atau kredit menganggur.
Fahmi Ahmad Burhan
Fahmi Ahmad Burhan - Bisnis.com 16 Desember 2022  |  08:31 WIB
Kredit Belum Ditarik di BCA (BBCA) hingga CIMB Niaga (BNGA) Masih Tinggi
Logo BCA di salah satu perkantoran di Jakarta. - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) hingga PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) mencatatkan kenaikan fasilitas kredit yang belum ditarik nasabah atau undisbursed loan per Oktober 2022.

BCA mencatatkan undisbursed loan meningkat 12,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp268 triliun per Oktober 2021, menjadi Rp301,4 triliun per Oktober 2022.

Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan bahwa kenaikan undisbursed loan disebabkan karena debitur masih menahan pencairan kredit dari fasilitas yang mereka miliki.

Akan tetapi, BCA masih melihat potensi ke depannya untuk meningkatkan penyaluran kredit lebih besar seiring dengan pemulihan aktivitas bisnis dari debitur.

"BCA juga berharap pertumbuhan kredit akan tumbuh di kisaran 8-10 persen pada tahun ini ditopang oleh likuiditas yang masih memadai serta harapan akan pemulihan ekonomi," ungkap Hera kepada Bisnis pada Kamis (15/12/2022).

Berdasarkan laporan keuangan, penyaluran kredit BCA meningkat 14,3 persen yoy menjadi Rp681,4 triliun per Oktober 2022.

Begitu juga dengan PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) yang mencatatkan peningkatan undisbursed loan 85 persen yoy menjadi Rp1,13 triliun per November 2022.

Direktur Kepatuhan Bank Oke Efdinal Alamsyah mengatakan bahwa faktor utama kenaikan undisbursed loan itu sejalan pertumbuhan kredit perseroan. "Kredit kami tumbuh 47 persen yoy," katanya.

Selain itu, CIMB Niaga mencatatkan peningkatan undisbursed loan sebesar 2,1 persen yoy dari Rp80,7 triliun per Oktober 2021 menjadi Rp82,4 triliun per Oktober 2022. Namun, Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan undisbursed loan perseroan masih stabil.

CIMB Niaga sendiri telah mencatatkan penyaluran kredit Rp188,6 per Oktober 2022, naik 9,1 persen yoy.

Sementara itu, berdasarkan statistik perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), undisbursed loan bank umum mencapai Rp1.771,3 triliun per Agustus 2022, naik 4,13 persen yoy.

Undisbursed loan perbankan diketahui sempat susut pada Januari hingga Juni. Akan tetapi, undisbursed loan meningkat kembali pada paruh kedua tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca cimb niaga undisbursed loan bank oke
Editor : Muhammad Khadafi

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top