Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Citi Indonesia Prediksi Kredit dan Aset Perbankan Tetap Tumbuh

Citi Indonesia memprediksi pertumbuhan kredit kemungkinan akan tetap baik meskipun terjadi kenaikan harga bahan bakar dan perlambatan ekonomi global. 
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi berkunjung ke meja peserta Citi Microentrepreneuship Awards (CMA) ke-14, Kamis (11/4/2019).  Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. (Bisnis/M. Richard)
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi berkunjung ke meja peserta Citi Microentrepreneuship Awards (CMA) ke-14, Kamis (11/4/2019). Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. (Bisnis/M. Richard)

Bisnis.com, JAKARTA- Citi Indonesia memperkirakan tren bisnis perbankan pada 2023 akan tetap tumbuh positif di tengah bayang-bayang perlambatan ekonomi dunia. Penyaluran kredit tumbuh hingga dua digit dengan kualitas aset yang juga terjaga dengan baik. 

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia akan dipengaruhi oleh hambatan eksternal pada 2023. Dalam kondisi itu diversifikasi ekspor harus berfungsi sebagai bantalan. 

Citi Indonesia juga menilai suku bunga acuan The Fed masih belum mencapai terminal rate, yang menurut Citi, sebesar 5,25%-5,5% hingga pertengahan 2023. 

Belum diketahui kebijakan yang diambil Bank Indonesia dalam kondisi tersebut. Namun, penyaluran kredit di industri perbankan diperkirakan tetap tumbuh hingga dua digit, seperti prediksi sejumlah bank di Tanah Air. 

Loan growth seperti para pembicara sebelumnya mampu tumbuh double digit, NPL terjaga dan OJK juga sudah memperpanjang restrukturisasi untuk UMKM dan padat karya seperti tekstil hingga 2024,”  kata Batara dalam webinar Tren Perbankan 2023, Selasa (17/1/2023).

Batara mengatakan pertumbuhan kredit kemungkinan akan tetap baik meskipun terjadi kenaikan harga bahan bakar dan perlambatan ekonomi global. 

Kemudian untuk provisi kemungkinan dapat dikelola dengan rasio cakupan yang tinggi di atas 270% (rata-rata).

Citi juga memprediksi likuiditas perbankan akan tetap kuat pada 2023 ditopang didorong oleh pembukaan kembali ekonomi, harga komoditas yang lebih tinggi, dan pengeluaran pemerintah menjelang pemilu. 

“Tingkat jaminan yang lebih tinggi dari LPS untuk deposito berjangka FX dan langkah pemerintah untuk meminta eksportir untuk mengkonversi dan menaruh uang mereka akan menciptakan lebih banyak likuiditas di pasar dalam negeri,” kata Batara. 

Selain itu Batara juga memperkirakan digitalisasi akan kembali mendisrupsi keuangan di Tanah Air didorong oleh sejumlah inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan, big data, hingga komputasi awan. 

Perbankan akan melihat harapan pelanggan yang makin tinggi terhadap layanan keuangan. Komputasi awan dan arsitektur yang lebih modern menawarkan solusi untuk mengatasi masalah klasik sistem IT perbankan dan dapat membantu meningkatkan efisiensi, ketangkasan dan kecepatan ke pasar. 

“Arsitektur sistem Citi terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Kami memiliki Citi Connect API, yang memungkinkan pengembang di seluruh dunia untuk berkolaborasi & berkreasi bersama dengan Citi,” kata Batara. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Leo Dwi Jatmiko
Editor : Wahyu Arifin
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper