Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ekonomi Global Melambat, Perusahaan Asuransi Punya Peluang Baru

Kendati ekonomi global melambat, industri asuransi memiliki keuntungan dalam hal likuiditas tinggi dan leverage rendah karena karakteristik model bisnis mereka.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 24 Januari 2023  |  00:59 WIB
Ekonomi Global Melambat, Perusahaan Asuransi Punya Peluang Baru
Ilustrasi asuransi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Badan penelitian Mapfre Economics memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi global akan melambat dua persen pada 2023. Angka tersebut tujuh per sepuluh poin lebih rendah dibandingkan prediksi pada Oktober kemarin.

Melansir laman Reinsurance News, Senin (23/1/2023) meskipun demikian, MAPFRE Economics menyebut perlambatan ekonomi global disebut akan membawa peluang baru bagi perusahaan asuransi pada 2023.

Perlambatan ekonomi disebut menjadi periode stagflasi global yang ditandai dengan lemahnya pertumbuhan ekonomi dan tekanan inflasi yang masih tinggi, yang akan berlangsung setidaknya hingga 2024, ketika pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) akan meningkat menjadi 2,7 persen.

Mapfre menyebutkan kondisi ekonomi tersebut mempengaruhi kinerja industri asuransi. Pasalnya pasar akan menghadapi kesulitan yang lebih besar pada 2023.

Termasuk untuk pengembangan bisnis, khususnya di negara-negara berkembang setelah satu tahun di mana sektor non-kehidupan mengalami pertumbuhan yang signifikan.

Pada saat yang sama, pengetatan kebijakan moneter dengan suku bunga yang lebih tinggi akan terus mendorong bisnis asuransi jiwa yang terkait dengan tabungan, setidaknya untuk mengimbangi dampak negatif dari penurunan ekonomi terhadap bisnis asuransi.

Kendati demikian para ahli Mapfre memperkirakan bahwa 2023 dapat membawa peluang baru dalam investasi keuangan di sektor ini.

Menurut Ricardo González, Director of Analysis, Sectoral Research, and Regulation di Mapfre Economics, efek negatif pada neraca perusahaan asuransi karena kenaikan suku bunga obligasi dan kinerja ekuitas telah diserap oleh tingginya tingkat solvabilitas perusahaan. industri asuransi, dan lingkungan untuk bisnis tabungan asuransi jiwa dan anuitas tradisional dengan jaminan suku bunga terus membaik.

Prospek profitabilitas portofolio investasi di masa depan juga membaik, yang digunakan oleh industri asuransi untuk melengkapi profitabilitas teknisnya, mengingat posisi menguntungkan perusahaan asuransi dalam hal likuiditas tinggi dan leverage rendah karena karakteristik model bisnis mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi Pertumbuhan Ekonomi finansial
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top