Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Suku Bunga Simpanan dan Kredit Bank Merangkak Naik, Berikut Rinciannya!

Hingga Januari 2022 Bank Indonesia telah mengerek suku bunga acuan sebanyak 6 kali mencapai level 5,75 persen atau telah naik sebesar 225 basis poin.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 25 Januari 2023  |  09:11 WIB
Suku Bunga Simpanan dan Kredit Bank Merangkak Naik, Berikut Rinciannya!
Ilustrasi suku bunga perbankan. - Dok. Freepik.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melaporkan adanya peningkatan suku bunga simpanan dan kredit pada Desember 2022 sejalan dengan perkembangan kenaikan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR).

"Pada Desember 2022 suku bunga pinjaman dan simpanan mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya sejala dengan peningkatan suku bunga acuan," jelas Bank Indonesia dalam laporan Analisis Uang Beredar, Selasa (24/1/2023).

Adapun, kenaikan tersebut terindikasi dari rata-rata tertimbang suku bunga kredit tercatat sebesar 9,15 persen atau meningkat empat basis poin (bps) bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sementara itu, suku bunga simpanan berjangka juga tercatat alami peningkatan hampir di seluruh tenor. Secara lebih rinci, pada tenor satu bulan rata-rata suku bunga sebesar 3,96 persen pada Desember 2022 dari sebelumnya sebesar 3,7 persen pada November 2022.

Kemudian suku bunga simpanan tenor 3 dan 6 bulan masing-masing naik sebesar 4,19 persen dan 4,17 persen pada Desember 2022 dari 3,77 persen dan 3,88 persen pada bulan sebelumnya.

Adapun, suku bunga tenor 12 dan 24 bulan pada Desember 2022 masing-masing tercatat sebesar 4,71 persen dan 5,11 persen pada Desember 2022, sedangkan pada November 2022 masing-masing sebesar 4,36 persen dan 4,91 persen.

Alhasil, hal tersebut berdampak pada pertumbuhan tabungan hingga simpanan berjangka pada Desember 2022. "Tabungan tumbuh sebesar 7,4 persen yoy, setelah tumbuh sebesar 8,08 pesen yoy pada November 2022. Di sisi lain, simpanan berjangka tumbuh 2,6 persen yoy pada bulan laporan [Desember], setelah tumbuh sebesar 2,4 persen yoy pada bulan sebelumnya," tulis Bank Indonesia.

Sebagaimana diketahui hingga Desember 2022 Bank Indonesia telah mengerek suku bunga acuan sebanyak 5 kali mencapai level 5,5 persen atau telah naik sebesar 225 basis poin dalam kurun waktu 5 bulan terakhir tahun 2022.

Kenaikan suku bunga agresif tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan laju inflasi di Indonesia.

Terbaru, Bank Indonesia juga kembali menaikan suku bunga acuan pada rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18–19 Januari 2023 lalu.

"Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Januari 2023 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen," jelas Kepala Departemen Komunikasi Erwin Haryono dalam keterang tertulisnya, dikutip Selasa (24/1/2023).

Tak hanya menaikkan suku bunga acuan, suku bunga Deposit Facility juga turut naiksebesar 25 bps menjadi 5,00 persen, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.

"Keputusan kenaikan suku bunga yang lebih terukur ini merupakan langkah lanjutan untuk secara front loaded, pre-emptive, dan forward looking memastikan terus berlanjutnya penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suku Bunga suku bunga acuan perbankan
Editor : Muhammad Khadafi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top