Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Susul Silicon Valley Bank, Regulator AS Tutup Signature Bank

Kegagalan Signature Bank merupakan yang terbesar ketiga dalam sejarah perbankan AS, setelah Lehman Brothers dan Silicon Valley Bank (SVB).
Kantor pusat Signature Bank di 565 Fifth Avenue, New York, AS, Minggu (12/3/2023). /Bloomberg- Jeenah Moon
Kantor pusat Signature Bank di 565 Fifth Avenue, New York, AS, Minggu (12/3/2023). /Bloomberg- Jeenah Moon

Bisnis.com, JAKARTA — Regulator Bank Amerika Serikat (AS) resmi menutup Signature Bank yang berpusat di New York, Amerika Serikat, Minggu (12/3/2023) waktu setempat. Hal ini dilakukan setelah otoritas menutup Silicon Valley Bank (SVB) dua hari sebelumnya. 

Kegagalan Signature Bank merupakan yang terbesar ketiga dalam sejarah perbankan AS. Melansir laman Reuters, Senin (14/3/2023) Departemen Keuangan AS dan regulator bank mengatakan bahwa semua deposan Signature Bank akan dijamin. Selain itu, tidak ada kerugian yang akan ditanggung oleh pembayar pajak.

Regulator perbankan New York juga telah menunjuk Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) sebagai penerima untuk disposisi aset bank. Signature Bank melaporkan saldo deposito sebesar US$89,17 miliar atau Rp1. 378 triliun per 8 Maret. 

Per 31 Desember, bank memiliki aset sekitar US$110,36 miliar atau Rp1.706 triliun, menurut Departemen Layanan Keuangan negara bagian New York.

FDIC nantinya akan menjembatani dan mendirikan ban perantara untuk nasabah yang akan mengakses dana mereka. Menurut FDIC, deposan dan peminjam Signature Bank akan secara otomatis menjadi nasabah bank perantara. 

Regulator menunjuk mantan Kepala Eksekutif Third Third Bancorp Greg Carmichael sebagai CEO bank perantara. Adapun, kegagalan Signature mengikuti penutupan Silicon Valley Bank, kegagalan terbesar sejak Washington Mutual bangkrut pada 2008 selama krisis keuangan. 

Washington Mutual masih menduduki peringkat sebagai kegagalan bank terbesar dalam sejarah AS.

Adapun SVB mendadak kolaps dalam waktu yang sangat cepat. Simak kronologi kebangkrutan Silicon Valley Bank yang terjadi hanya dalam waktu 48 jam. 

SVB mengalami kolaps secara tiba-tiba setelah nasabahnya melakukan penarikan dana secara besar-besaran pada Jumat (10/3/2023). Situasi tersebut menjadi kasus kegagalan bank terbesar sejak Washington Mutual pada 2008.

SVB didirikan pada 1983 dan memiliki spesialisasi pembiayaan khususnya untuk perusahaan rintisan teknologi. Bank tersebut menyediakan menyediakan pembiayaan untuk hampir setengah dari perusahaan teknologi dan layanan kesehatan Amerika Serikat (AS).

Meskipun relatif tidak dikenal di luar Silicon Valley, SVB termasuk di antara 20 bank komersial Amerika teratas, dengan total aset sebesar US$209 miliar pada akhir tahun lalu, menurut data Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper