Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

OJK soal Fresh Graduate Ditolak Kerja Gara-gara BI Checking: Hati-Hati

OJK bilang begini mengenai ramai-ramai fresh graduate ditolak kerja lantaran miliki riwayat bi checking yang buruk.
Karyawan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Karyawan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menanggapi terkait dengan ramainya kasus fresh graduate yang tak diterima kerja lantaran riwayat kredit yang buruk di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK atau dikenal BI Checking. 

Kepala Eksekutif Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan bahwa perusahaan memang dapat meminta riwayat kredit pelamar untuk acuan.

Sehingga dalam kasus ini, dapat dilakukan pengawasan bahwa anak muda harus lebih sadar dalam menggunakan layanan keuangan digital, termasuk paylater. 

“Anak—anak muda itu jadi aware [sadar] oiya jangan main-main utang online. Habis itu ganti nomor sudah, habis itu enggak ditagih,” kata perempuan yang akrab disapa Kiki saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta Kamis (24/8/2023). 

Kiki menyinggung bahwa saat ini anak usia sekolah sudah mulai konsumtif. Dia bahkan mendapatkan laporan tak sedikit mahasiswa yang iseng-iseng mengajukan paylater untuk membeli gadget saat menunggu wisuda. 

“Dari utangnya berapa jadi banyak, berkembang banyak. Ini biar anak muda paham. Biar dia bertanggung jawab atas performa keuangannya catatan keuangannya itu sangat penting masa depannya,” katanya. 

Kiki pun menegaskan bahwa riwayat kredit yang buruk dapat mempengaruhi dunia kerja. Bahkan dia mengatakan saat mendaftar OJK juga dilakukan cek riwayat kredit di SLIK OJK. 

Dia menambahkan pihaknya tengah memproses data fintech P2P lending atau pinjaman online (pinjol) ke SLIK. 

Selain mempengaruhi dunia kerja, Kiki sebelumnya mengatakan riwayat kredit yang buruk juga mempengarui pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Menurutnya utang paylater membuat banyak anak muda tak bisa membeli rumah. 

“Anak-anak muda banyak yang harusnya mengajukan KPR rumah pertama, jadi enggak bisa karena ada utang di Paylater, kadang Rp300.000, Rp400.000,” kata Kiki ditemui usai Konferensi Pers di Menara Radius Prawiro, Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta Pusat Jumat (18/8/2023).

Hal tersebut menurut Kiki membuat kredit skornya menjadi jelek. Pasalnya data paylater juga masuk ke dalam SLIK OJK.

Bahkan apabila mereka ingin melunasi utang paylater tersebut pun membutuhkan waktu yang lama. Dengan demikian dia pun mengingatkan anak muda saat menggunakan paylater. 

“Jadi harus hati-hati. Itu nyata di sekitar kita,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper