Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Loyo, AAJI Sebut Klaim Surrender Asuransi Jiwa Tak Akan Naik

Apakah pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS akan berimbas pada peningkatan klaim surrender asuransi jiwa?
Petugas beraktivitas di dekat logo-logo asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta, Selasa (23/8/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Petugas beraktivitas di dekat logo-logo asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Jakarta, Selasa (23/8/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan. Pada awal perdagangan hari ini misalnya, Senin (9/10/2023), rupiah dibuka melemah 0,30 persen atau 47,50 poin ke Rp15.660 per dolar AS.

Sementara itu, data Bloomberg menunjukkan indeks dolar AS terpantau menguat 0,19 persen atau 0,20 poin ke 106.24. 

Lantas, apakah pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS akan berimbas pada peningkatan klaim surrender?

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyebut bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS seharusnya tidak berpengaruh pada kemampuan perusahaan membayar manfaat polis, baik surrender, maturity, maupun partial withdrawal.

“Pelemahan rupiah tidak berdampak pada meningkatnya klaim surrender, karena polis asuransi jiwa kan jangka panjang. Pelemahan rupiah ini paling sementara,” kata Togar kepada Bisnis, dikutip pada Senin (9/10/2023).

Togar menjelaskan bahwa polis dalam mata uang asing akan diinvestasikan dalam mata uang asing juga, sehingga apabila ada klaim, maka pemegang polis akan memperoleh sesuai mata uang polisnya. Demikian pula jika polis dalam mata uang rupiah.

“Hal ini sesuai dengan aturan OJK [Otoritas Jasa Keuangan] atau regulator, menghindari terjadinya mismatch,” jelasnya.

Sementara itu, Pengamat Asuransi Dedi Kristianto menilai bahwa fluktuasi nilai rupiah terhadap dolar AS yang terjadi saat ini tidaklah membawa dampak yang terlalu signifikan terhadap sektor asuransi.

Menurutnya, hal ini disebabkan baik dari portofolio maupun aset yang dimiliki perusahaan asuransi adalah dalam bentuk rupiah.

“Kalaupun pada produk-produk tertentu yang menggunakan kurs dolar AS itu pun tidak terlalu banyak, perusahaan asuransi juga sudah belajar dari krisis tahun 1998 yang lalu, di mana pergerakan nilai tukar rupiah yang luar biasa sangat mempengaruhi industri asuransi,” ujar Dedi kepada Bisnis.

Dengan demikian, Dedi menyebut bahwa kondisi tersebut tidak akan berpengaruh pada surrender ratio perusahaan asuransi.

Lebih lanjut, Dedi menilai strategi dijalankan oleh perusahaan asuransi saat ini sudah benar dengan cara membuat portofolio hingga aset yang dimiliki adalah dalam bentuk rupiah.

Di sisi lain, dia menilai bahwa dalam membuat produk asuransi berbasis dolar perlu lebih selektif dan dapat mengukur risiko ke depan atas fluktuatif nilai tukar yang selalu ada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper